Bupati Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD Tahun 2020 Dan Raperda Non APBD Tahun 2019

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, hari selasa (5/10), menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 dan 6 Raperda non APBD tahun 2019. Penyampaian nota pengantar Raperda itu dalam kegiatan rapat paripurna, di gedung DPRD Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengatakan rancangan APBD tahun 2020 untuk memperkuat sinergitas pembangunan infrastruktur dan konektifitas antar wilayah untuk pengembangan potensi wilayah, serta pemenuhan layanan pendidikan dan kesehatan guna perwujudan pemerintahan yang amanah.

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar

“Pembahasan rancangan APBD ini diharapkan tetap dalam rangka peningkatan pelayanan publik yang berkualitas, efektif, akuntabel, transparan dan partisipatif guna mewujudkan pemerintahan yang cepat tanggap, transparan, partisipatif dan berkeadilan sesuai dengan kebijakan pembangunan tahun 2020, “. imbuhnya.

Bupati mengungkapkan kebijakan pembangunan tahun 2020 yang bertemakan pemberdayaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju masyarakat yang berdaya saing, inovatif dan kreatif dengan fokus pembangunan yaitu peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan, derajat kesehatan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, percepatan pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, kualitas infrastruktur dan perwujudan good governance.

Bupati menjelaskan ringkasan rancangan Perda tentang APBD Kabupaten Rembang tahun anggaran 2020 dengan struktur pendapatan daerah 1,8 trilyun rupiah lebih, belanja daerah 1,9 trilyun rupiah lebih. Sehingga terdapat defisit 65,8 milyar rupiah lebih yang ditutup dari pembiayaan netto. Sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran pada tahun berkenaan balance.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto menyampaikan 5 Raperda non APBD tahun 2019 yang akan dibahas bersama oleh DPRD Rembang yaitu Raperda tentang kawasan perdesaan kabupaten Rembang, Raperda tentang sekolah ramah anak, Raperda tentang rencana induk pembangunan pariwisata kabupaten Rembang tahun 2019-2026, Raperda tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Banyumili Kabupaten Rembang dan Raperda tentang perubahan kedua Peraturan Daerah (perda) kabupaten Rembang nomor 12 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum.

Wabup menerangkan perlunya Raperda tentang sekolah ramah anak karena anak perlu mendapatkan pendidikan yang layak dan memperoleh manfaat ilmu pengetahuan, seni dan budaya sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945. Sehingga diperlukan sekolah dan lingkungan yang ramah anak.

Sementara itu dibahasnya raperda tentang retribusi jasa umum menurut Wabup terkait retribusi kios, los, pelataran, tempat MCK dan lahan parkir di kawasan pasar telah mengalami peningkatan fasilitas sebagaimana yang telah diatur dalam perda kabupaten Rembang nomor 12 tahun 2011. Keberlangsungan perlu penyesuaian tentang tarif retribusi.

Sementara itu Ketua komisi 1 DPRD Rembang, Mashadi menuturkan diusulkannya raperda inisiatif tentang penyelenggaraan perparkiran untuk mewujudkan perparkiran yang tertib, lancar, aman dan terpadu dengan pusat kegiatan dan atau lalu lintas.( Masudi / Mifta )