Bupati Rembang: PSIR Harus Tetap Berkompetisi

oleh -
Bupati Rembang saat diwawancarai wartawan Selasa pagi 2 Juli 2019 di Pendapa Kompleks Museum Kartini Rembang

REMBANG – cbfmrembang.com, Bupati Rembang H Abdul Hafidz angkat bicara mengenai tim sepak bola kebanggan warga Kabupaten Rembang, yaitu PSIR.

Kepada wartawan Bupati Rembang Selasa pagi (2/7/2019) mengaku tidak berharap PSIR dibubarkan. Justru PSIR harus tetap dapat mengikuti kompetisi Liga 3 tahun ini. Namun ia mengaku belum tau apakah PT lama yang menangani PSIR saat Liga 2 masih lalu masih sanggup menangani atau tidak, dia belum dapat memberikan kepastian, karena belum ada kejelasan dari pihak PT terkait.

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar

“Tentu saya tidak berharap PSIR harus dibubarkan, PSIR tetap harus ikut kompetisi, cuman nanti siapa yang akan menangani PT nya, yang lama masih sanggup apa tidak saya tidak tau. Atau kita cari PT baru kita belum tau, karena belum ada pertemuan. Saya siap memfalisitasi ketika mereka meminta, kalau gak minta, ya gimana lagi karena Pemkab gak ada urgensinya,” kata Bupati Rembang.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, secara aturan PSIR sudah masuk dalam katagori tim yang professional. Sehingga, Pemkab Rembang tidak dapat ditopang dengan anggaran daerah, karena sudah menjadi kewenangan PT yang menangani. Meski demikian, kata Bupati, ia atas nama pemerintah akan terus mendorong agar segera ada aktifitas persepak bolaan di Rembang.

“Pemkab tidak ada hubungannya dengan PSIR, karena PSIR sudah ditangani PT dimana disitu yang bertanggung jawab lingkupnya Direktur dan Komisaris. Tetapi tetap kami atas nama pemerintah akan mendorong terus, bagaimana nanti PSIR supaya segera ada kegiatan-kegiatan. Sampai saat ini PT belum ada komunikasi bagaimana langkah yang akan diambil, oleh karena itu saya diam saja. Tetapi karena suara luaran itu seolah Bupati tidak tanggung jawab, itukan salah. Ketua umum hanya sebutan saja, jadi tidak ada didalam struktur organisasi yang berbadan hukum mengatakan ketua umum gak ada, itu hanya sebutan saja oleh masyarakat,” kata Bupati. Insert 2 Juli 19 Bupati PSIR

Abdul Hafidz mengaku sangat memahami betapa beratnya PT dalam menangani PSIR Rembang. Mulai dari sumber biaya yang sangat minim, ditambah BUMN, atau BUMD sekarang tidak boleh menjadi sponsor tunggal, dalam persepakbolaan professional. Ditambah, Pemerintah dilarang membiayai aktifitas persepak bolaan professional menggunakan dana APBD tambah menyulitkan langkah PSIR untuk ikut berkompetisi. Jika dipaksakan, justru Pemkab akan terkena masalah.

“Yang kedua pemerintah tidak boleh membantu dana dari APBD untuk PSIR ini masalahnya. Kalau dulu jelas nanti ini kalau bantu malah kena masalah. Jadi nanti masih menunggu Direktur dan Komisaris untuk menindak lanjuti Liga 3 yang akan bergulir sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk memulai sehingga wajar saja pecinta bola merasa resah. Namun saya p-erlu sampaikan bahwa betapa beratnya PT dalam mengelola PSIR, sumber biaya sangat minim sekali, dari BUMN, BUMD sekarang tidak boleh jadi sponsor tunggal, pemerintah tidak boleh membiayai. Nah sekarang tinggal bagaimana mengelola sumber dana dengan tepat, dan efisien. Sumber utama yang diterima dari masyarakat juga tidak banyak, karena ketika tiket ditarik Rp 25 ribu masyarakat keberatan. Bagaimana kita bisa maju, ini harus seimbang ya pecinta dan pelaksanaan untuk memahami kondisi yang ada,” bebernya.

Sejauh ini, Hafidz mengaku sejumlah upaya telah dilakukan untuk mendukung PSIR dalam mengarungi Liga 2 tahun lalu. Mulai penjualan tiket terusan kepada kepala desa, hingga, sumbangan yang diberikan oleh para PNS, agar PSIR tetap dapat berkompetisi.

“Saya sudah membantu melalui temen-temen ASN, Kepala Desa melalui tiket terusan, inikan Liga 3 yang professional itu sudah dipastikan gak bisa gak bisa dibiayai oleh Pemkab Rembang,” pungkasnya. ( Asmui / Mifta )