Bupati Kagumi Sosok Almarhum Ahmad Fadloli Mas’ud

oleh -

KALIORI – Walaupun tokoh pendidikan di Kecamatan Kaliori, Ahmad Fadloli Mas’ud telah tiada, namun Bupati Rembang, Abdul Hafidz, masih terkenang kebersamaan bersama beliau. Hal itu disampaikan oleh Bupati saat haul masyayikh pendiri Yayasan Wali Songo, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, hari Sabtu (11/1).

Bupati mengatakan dirinya dengan Almarhum Fadloli Mas’ud punya hubungan lahir bathin. Pasalnya, ketika pihaknya mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama (NU) kecamatan Pamotan, beliaunya yang ikut memprakarsai pendiriannya.

“Surate niku kula diaturi ngrawuhi haule Mbah Fadloli. Mok ngoten niku thok. Iku ora nganggo undangan, nganggo WA. Tapi kula dugi. Jalaran napa? Kula gadhah sejarah kalih Mbah Fadloli. Mbah Fadloli niku seorang pendidik yang memang peduli pendidikan tidak hanya teng nggene Kaliori. Teng Pamotan riyin, kula ngedheke SMK NU sing mrakarsai nggih Mbah Fadloli.” Imbuhnya.

Bupati menambahkan dirinya kagum terhadap sosok Almarhum Fadloli karena teringat hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Itu jika dilakukan 1 orang saja. Sedangkan Almarhum telah berjasa mendidik ribuan murid.

Bupati menjelaskan sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun. Sehingga pihaknya berharap agar hal itu dihindari.

Bupati mencontohkan amal jelek salah satunya lewat teknologi komunikasi berupa telepon genggam mengunggah status jelek di media sosial berupa kalimat tidak pantas terlebih memfitnah orang, dibaca jutaan orang. Kelihatannya sepele seperti si A selingkuh dengan si B, tetapi yang mengikuti jutaan orang, maka orang yang pertama mengunggah mendapatkan bagian dosanya.

“Dengan teknologi komunikasi rupane HP. Ngunggah kalimat elek. Kalimat sing koyok-koyok niki mpun boten pantes. Apalagi memfitnah orang. Diwaca wong jutaan. Mulane sing ati-ati nggih. Ketoke Jenengan mok ngunggah thok. Wong iku dhemenan karo iki. Tapi sing ngikuti jutaan. Sampean entuk bagian. Tapi wong sakniki ora rumangsa. Sakenake nggawe media sosial sing sifate provokatif, adu-adu apa maneh sing sifate memfitnah, niku berbahaya.” Terangnya.

Bupati berharap kepada masyarakat agar amal baik pendiri Yayasan Wali Songo didukung bersama. Agar balasan amal baiknya tetap mengalir terus. Dukungan itu bisa diwujudkan dengan menyekolahkan anaknya ke yayasan pendidikan bersangkutan.

Sementara itu, wakil ketua Majelis Wakil Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kecamatan Kaliori, Suyatman Hakim menuturkan Fadloli Mas’ud salah satu tokoh agama dan seorang pendidik yang patut dijadikan teladan. Karena orangnya bersemangat tinggi, energik dan ngalahan.

Beliaunya menurut Suyatman Hakim merupakan orang super sibuk. Pasalnya, ketika beliau meninggal masih menjabat ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Kaliori, ketua thoriqoh Cabang Rembang, komite pendidikan kabupaten Rembang, Ketua LP. Ma’arif NU kabupaten Rembang.

“Kecintaan Beliau pada pendidikan anak-anak apalagi Madrasah Diniyah sangat luar biasa. Bayangkan ketua Ma’arif CABANG,
harus mengantar sendiri soal ulangan, triwulan, ujian dan lain-lain ke kecamatan Gunem, Bulu, Sumber, Sulang, Pamotan dan Rembang, ” pungkasnya. (ss)