Bandel, Cafe Karaoke dan Warkop Ditutup Paksa

oleh -

REMBANG – Upaya pemerintah Kabupaten Rembang untuk melindungi masyarakat dari wabah Covid-19 atau virus Corona, melalui surat edaran himbauan larangan untuk tidak berkerumun ternyata masih tetap dilanggar para pengusaha tempat hiburan cafe karaoke, dan warung kopi. Mereka masih saja buka, dan mengundang banyak orang untuk berkumpul tanpa menggunakan masker.

Buntutnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai hari Senin (13/04/2020) melakukan penutupan paksa dua cafe karaoke, dan 23 warung kopi di wilayah Kecamatan Sulang, dan Rembang. Penutupan dilakukan dengan cara disegel dengan banner yang bertuliskan tempat hiburan tersebut ditutup sementara oleh petugas.

Kepala Bidang Penegakan Perda Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Teguh Maryadi mengatakan, para pemilik usaha hiburan tersebut dianggap tidak mengindahkan surat edaran Bupati, dan Sekda terkait himbauan larangan berkumpul dan berkerumun untuk pencegahan wabah Corona.

“Ya kemarin yang kita segel cafe karaoke dan warung kopi memang melanggar himbauan dari edaran bupati maupaun surat dari Sekda. Sebelum kita lakukan penyegelan, kita lakukan himbauan-himbauan, sampai dengan pembinaan, ada beberapa yang sudah membuat surat pernyataan untuk tidak membuat surat pernyataan untuk tidak membuka usahanya tersebut. Tapi kenyataannya pantauan di lapangan, mereka masih membandel,” kata Teguh Maryadi.

Teguh menambahkan, penutupan sendiri akan berlangsung sampai dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Rembang dicabut. Hal itu demi kebaikan dan kesehatan masyarakat Kabupaten Rembang. Penyegelan mendapatkan kawalan ketat dari TNI-Polri. Suasana tetap kondusif, sampai dengan kegiatan berakhir.

Adapun cafe karaoke yang nekat buka adalah JNT, dan Royalquen di Kecamatan Sulang. Sedangkan warung kopi yang juga nekad buka berada di Desa Kaliombo dan Landong Kecamatan Sulang, serta Desa Pasar Banggi, Pasar Senggol, dan Desa Tasikagung Rembang. (ss)