Awal Tahun Pantai Karangjahe Rembang Membludak, Warga Lokal Terpaksa Balik Kanan

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Wisata pantai Karang Jahe Beach (KJB) Rembang masih menjadi primadona bagi para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan ditahun baru ini bersama keluarga.

Terbukti, sekitar pukul 10.00 WIB terpantau kemacetan terjadi di jalan pantura dari arah Semarang hingga 5 km lebih, belum lagi ditambah antrian kendaraan dari arah Surabaya yang mencapai 3 km lebih.

Mereka mengantri berjam jam hanya untuk masuk ke wisata pantai yang memiliki pesona seribu pohon cemara tersebut.

Pengawas BUMDes ABIMANTRANA Desa Punjulharjo yang mengelola pantai Karangjahe, Munthohid menyebutkan terkait kemacetan panjang yang berada di Jalan Pantura Rembang – Lasem, di karenakan sejumlah kantong parkir di area wisata sudah penuh.

Pada masa libur awal tahun 2020 kali ini, jumlah pengunjung pantai Karangjahe mengalami kenaikan hingga 60 persen atau sekitar 10 ribu lebih pengunjung dibandingkan hari libur biasa yang hanya 50 ribu pengunjung.

Munthohid menerangkan dari evaluasi tahun lalu, petugas pantai karang jahe disiagakan mulai pukul 10.00 WIB karena pengunjung baru mulai berdatangan sekitar pukul tersebut. Namun untuk tahun ini mulai dari pukul 08.00 WIB petugas pantai sudah disiagakan untuk berjaga-jaga membludaknya pengunjung. Empat kantong parkirpun disiapkan guna mengatasi membludaknya pengunjung.

Namun demikian, pengunjung tetap membludak hingga membuat jalur pantura Rembang – Lasem macet. Halaman rumah warga dijalur pintu masuk pun menjadi solusi lahan parkir tambahan.

Untuk menghentikan membludaknya para pengunjung pihak pengelola pantai karang jahe pun mengambil keputusan yang terdengar mendiskriminasi warga lokal. Mereka memprioritaskan wisatawan dari luar daerah dan menyuruh pulang wisatawan lokal Rembang.
“Sampai jam 11.00 WIB tadi untuk pengunjung yang ingin masuk ke lokasi wisata sudah kita tutup. Yang wisatawan dari Rembang saya suruh pulang, kan rumahnya dekat-dekat. Besok juga bisa kesini lagi,” kata Munthohid saat ditemui di balai desa Punjulharjo, Rabu 1 Januari 2020.

Salah seorang pengunjung asal Semarang, Vilda 23 tahun mengaku penasaran ingin mengetahui bagaimana indahnya pantai pasir putih dengan ribuan pohon cemara. Dirinya mengaku mengetahui pesona pantai Karang Jahe melalui foto yang beredar melaui foto yang beredar dimedia sosial.

“Awalnya juga tidak tahu, karena searching di sosmed kemudian pengen lihat langsung. Saya penasaran pengen lihat pantai di Rembang, kebetulan juga pas hari libur jadi sekalian sama saudara dan keluarga berkunjung kesini,” pungkasnya.

Terpantau sejumlah wisatawan datang dari Kabupaten Blora, Pati, Kudus, Semarang, Sidoarjo dan berbagai daerah lainnya. Lokasi wisata desa Punjulharjo lainya yaitu situs perahu kuno pun terpaksa dijadikan kantong parkir meskipun jarak lokasi situs perahu kuno dari pantai karang jahe mencapai 1 km lebih.

Salah satu wisatawan lokal Rembang asal desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang Ibnu Hamdi 24 tahun mengatakan sedikit kecewa harus mengurungkan niat untuk berwisata di pantai karang jahe. Pasalnya dirinya sudah lama-lama mengantri untuk masuk lokasi pantai terpaksa harus kembali karena kebijakan pengelola pantai yang memprioritaskan wisatawan luar daerah.

“Ya kalo kecewa itu pasti, karena kita kan sudah lama mengantre tiba-tiba harus balik karena ada himbauan itu,” terangnya.

Meski demikian dirinya bisa menerima keputusan tersebut dari pihak pengelola pantai. Ia pun berencana mengganti tujuan wisatanya ke pantai caruban yang lokasinya ada di sebelah timur berdekatan dengan pantai karang jahe. (Rendi /Mifta)