Atlet Peraih Medali Perunggu SEA Games Filipina Disambut Bupati Rembang

oleh -
Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menyambut atlet SEA Games 2019 di Kantor Bupati Rembang Rabu pagi (18/12/2019)

REMBANG – cbfmrembang.com, Anung Satriyo Wibowo (32), warga Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, yang merupakan peraih medali perunggu pada ajang Sea Games ke 30 di Filipina, Rabu pagi (18/12/2019) tiba di Kabupaten Rembang. Kepulangan atlet tersebut disambut oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz bersama jajarannya.

Atlet menembak cabang olahraga Kelas Benchrest 25 meter WRABF (heavy Varmint) tersebut juga menyempatkan diri bertemu dan berbincang bersama Bupati Rembang, dan pejabat terkait di ruang rapat bupati.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Kemudian, bersama sang istri, dan dua anaknya, Anung diarak oleh pemerintah setempat dari halaman kantor bupati, sampai di kediamannya di Kecamatan Lasem, sebagai rasa bangga memiliki atlet berprestasi.

Baca Juga: Bupati Rembang Siapkan Bonus untuk Atlet SEA Games Anung Satriyo Wibowo

Pengurus KONI, dan sejumlah penggemar olahraga menembak yang tergabung dalam Perbakin Kabupaten Rembang turut hadir haru sekaligus bangga dengan kepulangan pelopor berdirinya Perbakin Rembang.

Kepada wartawan Anung mengaku, yang paling meneganggkan ialah ketika mengikuti Pelatnas untuk menetukan tim inti untuk Sea Games Filipina. Sehingga ia harus bersaing dengan para penembak perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Pelatnas sampai penentuan tim inti Sea Games nya menegangkan. Karena secara moral secara mental itulah yang terberat buat saya. Di Filipina kita hanya menuntaskan tugas selama latihan di Senayan, hampir 6 bulan. Alhamdulillah saya masih diberikan medali. Yang terpenting saya masih memberikan momen dan sedikit cerita di Rembang dan memberikan kebanggaan keluarga di rumah,” katanya.

Ia menambahkan, setelah terpilih sebagai tim inti, tiga minggu sebelum berangkat ke Filipina, senjata yang biasa ia gunakan harus mengalami masalah. Sehingga, ia harus menggunakan senjata pengganti untuk bertanding dalam ajang bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

Meski harus adaptasi dengan alat yang baru dia sangat bersyukur, masih dapat membawa pulang medali perunggu untuk mengharumkan nama Kabupaten Rembang.

“Tiga minggu sebelum hari keberangkatan unit yang biasa saya persiapan mengalami masalah, dan saya tidak punya waktu yang cukup untuk melakukan seting ulang. Akhirnya saya mendapatkan unit pinjaman dari pelatih saya. Saya harus adaptasi dengan senjata yang baru hanya dengan waktu dua minggu. Tapi Alhamdulillah saya masih bisa mendapatkan medali,” katanya.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengaku sangat bangga dengan prestasi tersebut. Pihaknya akan berupaya memberikan perhatian terhadap para atlet cabang olahraga (Cabor) menembak di Kabupaten Rembang sebagai salah satu Cabor unggulan.

“Saya sangat bangga dan apresiasi, dengan perolehan prestasi tersebut. Mudah-mudahan kedepan akan bermunculan atlet – atlet yang baru di Kabupaten Rembang,” kata bupati.

Anung mengaku sejatinya ia ditarget untuk meraih medali emas. Namun, raihan medali perunggu pun menurutnya sangat disyukuri. Karena pesaing terberatnya yang meraih medali emas, ialah sesama atlet asal Indonesia. Sedangkan peraih medali perak merupakan atlet dari tuan rumah Filipina.

Anung berangkat mewakili Indonesia bersama dengan sebanyak 21 atlet menembak lainnya. Indonesia meraih juara umum dalam kontingen menembak pada Sea Games Filipina 2019. Dengan total sebanyak 15 medali, terdiri dari 7 emas, 6 perak dan 2 peruggu. (Asmui /Mifta)