Angkat Potensi Wisata, Ratusan Offroader Jateng dan Jatim Meriahkan Adventure Explore Rembang (AER) Semen Gresik

oleh -

BULU – Ratusan offroader dari sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur meramaikan event Adventure Explore Rembang (AER) yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-6 PT Semen Gresik, Sabtu (22/2). Selain memperkenalkan progam Edupark dan sirkuit Semen Gresik, event bergengsi yang diikuti oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan jajaran Direksi PT Semen Gresik ini juga sekaligus untuk mengangkat destinasi wisata berbasis potensi lokal desa sekitar perusahaan persemenan terkemuka tersebut dan keindahan alam Kota Rembang.

Rute sejauh 35 kilometer yang dilalui peserta AER juga menyajikan suguhan beragam pemandangan menarik. Mulai dari hijaunya areal pertanian, hutan jati hingga kawasan tambang dengan latar belakang pegunungan kapur yang dari kejauhan tampak seperti permadani hijau raksasa.

AER tahun ini adalah event kedua yang digelar Semen Gresik. Dibanding tahun lalu, animo peserta kali ini sangat tinggi. Awalnya, panitia hanya menargetkan 100 peserta. Namun ternyata ada 150 offroader dari Rembang, Kudus, Jepara, Pati, Cepu, Blora, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Kediri hingga Nganjuk berminat mengikuti event ini.

Selain Bupati H Abdul Hafidz dan Forkompinda Rembang, Danyonif 410/Alugoro Blora Letkol Inf Loka Jaya Sembada dan pengasuh Ponpes Wali Sembilan/Nurussalam Gomang, Tuban KH Noer Nasroh serta elemen lainnya juga turut menyemarakkan event AER yang titik start dimulai dari Taman Pandansili Desa Kadiwono, Bulu, Rembang.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi upaya Semen Gresik dalam memajukan pariwisata maupun aksi pemberdayaan masyarakat di daerah yang dipimpinnya. Upaya ini strategis untuk menunjang kemajuan Rembang.

“Komitmen Semen Gresik tak perlu diragukan lagi. Progam Semen Gresik sangat membantu Pemkab Rembang,” jelas Abdul Hafidz.

Direktur Produksi PT Semen Gresik Joko Sulistyanto mengatakan event AER merupakan bentuk sinergi positif antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat pariwisata berbasis potensi lokal di Kabupaten Rembang. Di rute yang dilewati peserta AER misalnya, ada Taman Pandansili, air terjun Desa Pasucen hingga Cagar Alam Gunung Butak.

“Keindahan alam Rembang tidak kalah eksotis dengan daerah lain. Mari kita angkat bersama agar manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat sekitar,” kata Joko Sulistyanto, saat melepas iring-iringan peserta AER, Sabtu (21/2/2020).

Karena rute yang dilalui sulit serta susah untuk bermanuver, maka peserta AER kali ini dikhususkan hanya untuk kendaraan 4×4. Adrenalin dan nyali peserta ditantang merasakan berbagai sensasi yang ada di rute kategori medium extreme ini. Mulai dari jalur bergelombang, kubangan, tanjakan hingga melintasi jalur sungai penuh bebatuan.
Peserta AER juga ditantang uji ketangkasan di sirkuit Semen Gresik. Sirkuit sepanjang 375 meter diproyeksikan bisa dimaksimalkan untuk berbagai event offroad bahkan skala nasional.

“Sirkuit Semen Gresik ini menjadi kebanggaan tersendiri. Event-event resmi offroad berbagai komunitas bisa menggunakan sirkuit ini,” ujar Ketua panitia AER PT Semen Gresik, Dharma Sunyata.

Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi mengatakan Edupark merupakan bagian dari Progam Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Terpadu (P4T). Progam ini diproyeksikan berkontribusi untuk membangun kemandirian pangan dan energi serta mengangkat perekonomian warga sekitar perusahaan.

“Edupark ini kita proyeksikan untuk transfer of knowledge bagi warga desa sekitar Semen Gresik. Progam ini sekaligus menegaskan komitmen kita untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tandas Muchammad Supriyadi.

Titik finish AER berada di kawasan Edupark PT Semen Gresik. Dari lokasi ini, ratusan offroader lintas provinsi ini juga masih bisa menikmati area pabrik Semen Gresik yang berada di tengah hutan yang hijau. Di lahan Edupark ini ratusan offroader juga diajak melihat hewan ternak dan berbagai tanaman yang ada di dalamnya. Mulai dari sapi, kambing domba, ayam, burung puyuh, lele, pepaya, pisang, kangkung, sawi, terong dan lainnya. (Asmui/Mifta)