Angin Kencang, 7 Rumah Roboh, Ratusan Rusak Berat dan Ringan

oleh -
Salah satu rumah roboh di Desa Bogorejo Kecamatan Sumber

REMBANG – cbfmrembang.com, Angin kencang melanda tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Rembang Rabu siang (11/12/2019). Angin tersebut merobohkan pohon, papan reklame, tiang listrik hingga rumah warga.

Berdasarkan pendataan BPBD, ada tiga kecamatan yang menjadi perlintasan angin Rabu kemarin. Diantaranya, Kecamatan Rembang, Kaliori dan Sumber. Ada 7 rumah roboh, dengan rincian, empat warung dan tiga unit rumah.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Di Kecamatan Sumber, terdapat lima rumah roboh. Dua rumah di Desa Bogorejo, masing-masing satu rumah terdapat di Desa Randuagung, Tlogotunggal, serta di Desa Jadi.

Di Desa Randuagung dua orang warga mengalami luka karena tertimpa bangunan yang roboh. Mereka adalah Septi (15) dan Yatmini (35). Keduanya dilarikan ke rumah sakit umum dr R Soatrasno Rembang untuk mendapatkan perawatan.

Di Kecamatan Kaliori, terdapat delapan desa yang terdampak angin kencang siang kemarin. Masing-masing adalah Desa Kuangsan, Sendangagung, Pengkol, Wiroto, Meteseh, Maguan, Dresi Kulon, dan Desa Gunungsari.

Di Desa Kuangsan, terdapat satu rumah roboh, dan tiga rumah rusak berat maupun ringan. Sedangkan di desa-desa lainnya rata-rata mengalami kerusakan yang hampir sama. Sedangkan di Desa Dresi Kulon sebuah warung tepi jalan Rembang – Sumber harus rata dengan tanah karena angin.

Di Kecamatan Rembang kota, angin kencang melintas di tiga desa. Di Desa Mondoteko sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga, hingga mengalami kerusakan dibagian atap.

Sedangkan di Desa Turusgede terdapat dua rumah yang gentingnya diterbangkan oleh angin. Sedangkan di Desa Kedungrejo sebuah pohon tumbang menghalangi akses jalan desa.

Kasi kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Pramujo mengatakan, pihak langsung mengerahkan tim untuk membantu masyarakat melakukan membersihkan matrial bangunan rumah roboh, maupun pohon yang tumbang kemarin.

Diperkirakan jumlah rumah yang rusak ringan jumlahnya akan terus bertambah, mengingat pendataan masih terus dilakukan. (Asmui/Mifta)