ABK KM Bintang Mas Muda Meninggal Saat Melaut, Usia Masih Remaja

oleh -2.316 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Seorang remaja berusia 19 tahun meninggal dunia saat melaut. Remaja tersebut bernama Muhammad Mualim warga Dukuh Ngampo Desa Sridadi Kecamatan Rembang.

Korban meninggal dunia ditengah laut pada hari Jum’at 17 Mei 2019, saat kapal sedang perjalanan pulang.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Jenazah tiba di Dermaga Pelabuhan Tasik Agung Rembang pada hari Minggu 19 Mei 2019 sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Remaja tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) KM Bintang Mas Muda milik seorang warga Desa Pasar Banggi bernama Rasno. Kapal tersebut berbobot 68 GT. Yang dinahkodai Eko Heri Suseno warga Desa Sumber Rejo RT 02 RW 06 Kec, Rembang kota.

Kesat Pol Air Polres Rembang IPTU Sukamto mengatakan, kapal tersebut berangkat melaut sejak tanggal 24 April 2019, diwilayah perairan Utara Laut Jawa.

Pada tanggal 08 Mei salah seorang ABK kapal mengetahui korban sakit, badan panas, atau meriang. Nahkoda kapal menyarankan untuk pulang dengan menggunakan pesawat terbang. Namun sayangnya korban menolak, dengan alasan masih ingin bekerja.

“Pada hari Rabu tanggal 24 April 2019 kapal berangkat melaut dari pelabuhan Rembang menuju perairan Utara laut Jawa untuk mencari ikan,pada tanggal 08 Mei 2019 sekira pukul 11.00 wib salah satu ABK kapal mengetahui ada rekan ABK merasakan badan panas ( meriang ) dan saat itu nahkoda kapal mempunyai saran untuk kesehatan korban dipulangkan lewat pesawat tetapi korban menolak dengan alasan korban masih ingin bekerja,” jelasnya.

Saat kapal perjalanan pulang, kurang lebih tiga hari tepatnya hari Jum’at tepat pukul 12.00 WIB, korban istirahat diatas atap kamaran kapal. Korban merasa gemetaran. Melihat hal tersebut salah satu ABK lain mengendarakan korban ke dinding. Setelah itu korban dinyatakan meninggal dunia.

“Pada saat kapal perjalanan pulang kurang lebih 3 ( tiga ) hari diperjalanan pada hari Jum’at tanggal 17 Mei 2019 pukul 12.00 wib korban sedang istirahat diatap kamaran kapal korban merasa badan gemetar saat itu salah satu kawannya menyandarkan korban ke kamar bawah ( diatas kamaran mesin ) belum sempat mengganti celana korban sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Setelah sampai di pelabuhan Tasik Agung Rembang selanjutnya jenazah dibawa kerumah duka untuk dimakamkan.

Suasana haru menyelimuti keluarga almarhum. Ia merupakan remaja yang belum berumah tangga. ( Asmui / Mifta )