Tim Yang Didukung Kalah, Ratusan Suporter Protes Manajemen PSIR

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Ratusan suporter PSIR Rembang atau Ganster dan Rembang 12, menggelar aksi demo. Demo ditujukan kapada manajemen PSIR.

Demo yang dilakukan sebagai luapan kekecewaan atas kekalahan PSIR 1-0 dikandang, saat menjamu Perserang Serang Rabu sore (04/07/2018), kemarin sore.

Beragam tudingan diteriakan para Ganster didepan pintu utama stadion Krida. Manajemen dituding tidak mampu mengelola tim, yang berakibat kuwalitas permainan PSIR menurun.

Selain itu, suporter juga kecewa tingginya harga tiket masuk. Karena harga tiket dinilai tak sebanding dengan permainan yang dipertontonkan PSIR yang sering kalah.

Dari 6 laga, Laskar Dampu Awang baru meraih 2 poin, dari 2 kali seri. Sehingga harus menempati posisi dasar klasemen Liga 2 grup barat.

Dalam orasinya salah satu tokoh Ganster Fadhlun, menjelaskan aksi tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap nasib PSIR. Para suporter semula ingin bertemu dengan perwakilan manajemen PSIR untuk mendapatkan kejelasan kondisi tim. Tapi sayang, tidak ada satupun yang mau menemui suporter.

“PSIR kalah, kami nggak bikin kisruh. Tapi jangan salahkan kalau bertebaran spanduk memprotes manajemen dan merindukan kemenangan. Mohon ini serius disikapi, kalau tidak ingin PSIR terdegradasi ke Liga 3, “ keluh pemuda Desa Tlogomojo, Rembang ini.

Saat konferensi pers berlansung, pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento menganggap wajar suporter menginginkan tim yang didukungnya selalu menang. Namun para suporter jarang ada yang memahami apa yang dialami tim.

Ia juga menimpali, aksi para suporter akan dijadikan pemompa mental anak asuhnya, jika masih ada banyak pendukung yang merindukan kemenangan.

“Suporter kecewa ketika tim yang didukung kalah, ya wajar. Tapi mohon pahami di dalam ini seperti apa kondisinya. Sehabis pertandingan, manajemen mau mengadakan rapat. Di sisi lain, justru ini menjadi senjata saya untuk memompa semangat pemain, “ kata Hadi Surento.

Massa suporter bertahan di depan Stadion Krida hingga pukul 18.00 petang. Aparat yang terdiri dari Polres dan Kodim, terpaksa membubarkan aksi tersebut. Suporter akhirnya berhasil dikeluarkan dari halaman stadion, menuju Jl. Pemuda. ( Asmui / Mifta )