Tertimpa Longsor Satu Rumah di Sluke Roboh, Ini Kondisi Penghuninya

oleh

SLUKE – cbfmrembang.com, Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang semalam, membuat sebuah tebing di Desa Manggar Kecamatan Sluke longsor pada Rabu pagi ini (6/3/2019) sekitar pukul 06.30 waktu setempat.

Rumah seorang janda di RT 02 RW 02 bernama Waskinatunajah (Waskinah) roboh tertimpa longsoran tebing setinggi 6 meter yang berada tepat disamping rumahnya. Rumah yang roboh merupakan rumah bagian belakang. Sedangkan rumah bagian depan mengalami rusak ringan.

Janda berusia 37 tahun itu, tinggal bersama dengan satu orang anaknya yang masih duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar ( SD ), dan ibunya ibunya Suratmi yang sudah berusia sekitar 70 tahun. Saat kejadian, Waskinah sedang pergi mengantarkan anaknya ke sekolah di desa setempat. Sedangkan ibunya berada dirumah.

Sekdes Setempat Abdul Khamid mengaku, tinggi tebing yang longsor sekitar 6 meter, dengan panjang longsoran mencapai 30 meter. Selama musim penghujan sudah terjadi dua kali kejadian. Namun longsor kalih ini merupakan kejadian terparah sejak musim penghujan. Sebelum kejadian wilayah setempat memang turun hujan yang sangat lebat.

Beruntung saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang berada di dalam rumah bagian belakang yang tertimpa longsor.

“Janda mas, Bu Wasdin usianya 37. Kondisi rumah yang satu ambruk yang satu berdiri yang ambruk rumah bagian belakang. Yang punya rumah masih punya ibu tua di rumah tapi gak papa mas. Kejadian kalih ini merupakan yang terparah dari longsor yang pernah terjadi,” jelas Abdul Khamid.

Sementara itu Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Pramujo membenarkan kabar tersebut. Setelah menjapatkan laporan dari pihak desa, pihaknya langsung bergerak menuju tempat bencana.

“Benar mas, kami baru saja mendapatkan kabar. Ini kita persiapan mau kesana. Semoga lancer,” tegasnya melalui pesan singkat kepada reporter radio CBFM Rembang.

Desa Manggar Kecamatan Sluke memang merupakan zona merah atau kawasan rawan longsor. Menurut penuturan perangkat desa setempat saat musim penghujan masyarakat

Sampai dengan berita ini diturunkan sejumlah warga desa setempat nampak terlihat membantu membersihkan matreal longsoran yang terdiri dari tanah yang bercampur batu. Meski telah dibangun penebingan, belum mampu menghalau pergerakan tanah labil. ( Asmui / Mafta )