Tekan Kasus DBD, Luncurkan Satu Rumah Satu Jumantik

oleh

REMBANG-cbfmrembang.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang terus berupaya mencegah penyakit Demam Berdarah terus menyebar. Salah satunya dengan program satu rumah satu juru pemantau jentik nyamuk atau Jumantik.

Kepala Dinas Kesehatan dr.Ali Syafi’i mengatakan program tersebut merupakan program kesehatan yang berbasis masyarakat. Juru pemantau jentik ini dalam satu keluarga dipilih satu orang.

“Jumantik ini bisa saja dari Kepala Keluarga atau bahkan sang anak. Jadi nanti jika ditemukan jentik, bisa langsung dibasmi dengan 3M plus, “ terangnya.

Nantinya Tiap Puskesmas akan berkoordinasi dengan Pokjanal DBD di tiap kecamatan dan yang ada di Desa terkait program satu rumah satu Jumantik. Mulai berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan, Pemerintah Desa dan Sekolah- sekolah.

Sistem kewaspadaan dini juga tengah dijalin oleh berbagai stakeholder kesehatan. Jika ditemukan kasus di Puskesmas dan rumah sakit, Dinas Kesehatan harus mendapatkan laporan kurang dari 24 jam, sehingga ketika ada sesuatu pihaknya bisa bergerak cepat.

Ali menambahkan pihaknya juga terus melakukan sosialisasi bahwa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara fogging tidak efektif. Pasalnya masih banyak mindset masyarakat yang menganggap bahwa pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penyakit DBD cukup dengan fogging, padahal fogging hanya membasmi nyamuk dewasa.

Dinas Kesehatan juga mendorong semangat bagi Desa yang terbilang endemik DBD untuk lomba bebas jentik, dimana telah berjalan tiga tahun terakhir ini. Selain itu partisipasi Saka Bhakti Husada, Pramuka di bidang kesehatan dalam hal PSN termasuk fogging juga telah beraksi belum lama ini.

Bulan Januari 2019 kemarin data dari Dinas Kesehatan Rembang ditemukan 38 kasus DBD dan belum ada yang meninggal dunia. Penderita DBD terus bertambah , tak hanya di Rembang saja, tetapi juga di daerah lain, bahkan Rembang terbilang rendah jika dibanding kabupaten tetangga, dengan dengan menggencarkan program kewaspadaan dini yang melibatkan lintas sektor dan masyarakat diharapkan bisa mencegah bertambahnya penderita DBD di Kabupaten Rembang. (Ita/Mifta)