Tanaman Tembakau Semakin Menggiurkan

oleh

SUMBER-cbfmrembang.com, Luasan lahan tanaman tembakau yang ditanam oleh petani di kecamatan Sumber meningkat drastis. Pasalnya di tahun 2017 hanya 450 hektar, sedangkan pada tahun 2018 menjadi seribu hektar.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sumber – Kamdani, dalam forum audiensi tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di pendopo kecamatan Sumber, baru-baru ini.

Kamdani mengatakan meningkatnya petani yang menanam tembakau karena keuntungan tanaman tembakau sangat menjanjikan. Terbukti setelah panen tembakau, petani di kecamatan Sumber banyak yang mendaftar haji dan membeli sepeda motor baru.

“Tanaman tembakau pada tahun 2017 baru sekitar 450 hektar. Sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 1.000 hektar. Inilah yang dilaksanakan para petani di kecamatan Sumber. Mereka tahu bahwa penghasilan yang menjanjikan pada tahun 2018 adalah tanaman tembakau. Sehingga tidak heran, masyarakat kecamatan Sumber setelah panen tembakau berbondong-bondong mendaftarkan haji dan membeli sepeda motor baru.” Imbuhnya.

Ia mencontohkan desa Pelemsari yang tidak menanam tembakau hanya puluhan Kepala Keluarga (KK) dari 490 KK. Dan setiap satu setoran uang yang masuk ke desa Pelemsari 1,5 milyar.

Sementara itu, Bupati Rembang mengingatkan setelah sukses panen tembakau jangan digunakan untuk berfoya-foya namun dikelola dengan baik.

“Bar panen mbako do syukuran, do urunan. Oke boleh-boleh saja. Gak ana eleke. Tetapi niki wau kula suwun mbok yao nyisihna kanggo nebus pupuk. Saya tidak melarang sepeda motor anyar rega 15 juta 18 juta. Ya tuku 80%. 14 juta. Iku cara mengelola ekonomi rumah tangga. Aja dientek-entekna, akhire sing rugi ya dhekne dhewe,” jelasnya.

Berdasarkan data di kecamatan Sumber, dengan adanya tanaman tembakau maka tanaman tebu pada tahun 2017 seluas 2.816 hektar di tahun 2018 menjadi 1.375 hektar. (Masudi/Mifta)