Soal Pemliu, Bupati Rembang Nadzar Sembelih 10 Ekor Sapi

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Kesuksesan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu semata. Tetapi, suksesnya pesta demokrasi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga enegara dan bangsa Indonesia.

Tak mau ketinggalan, Pemerintah Kabupaten Rembang juga ikut melakukan sejumlah langkah demi terselenggaranya Pemilu yang sukses, dan meningkatnya jumlah partisipasi pemilih.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Bupati Rembang H Abdul Hafidz bahkan di beberapa kesempatan telah menyampaikan nazarnya, jika partisipasi pemilih di Rembang mencapai 90 persen, dia akan menyembelih 10 ekor sapi, sebagai bentuk tasyakuran.

Hal tersebut disampaikan saat Abdul Hafidz menghadiri Ngaji Pemilu yang diadakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, di jalan Gatot Subroto Nomor 8 Rembang, atau sebelah timur Alun-alun kota pada 13 April 2019 kemarin.

“ Jadi sekali lagi saya sampaikan dan mengajak kepada masyarakat tanggal 17 April 2019 untuk datang ke TPS. Ini pernah saya sampaikan pas acara KPU kemarin, pokoknya kalau Rembang partisipasi pemilihnya tidak 100 persen, 90 persen saja, saya punya nadzar akan menyembelih 10 sapi. Bukan saya pamer, tetapi ini menggambarkan betapa pentingnya Pemilu. Tidak bias diukur dengan harta. Jangan sampai Pemilu diganggu oleh hal-hal yang dapat merusak tatanan demokrasi,” kata Bupati Rembang.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan pesta demokrasi bukan merupakan hal yang baru, utamanya bagi umat islam. Karena dalam menentukan pemimpin dengan cara ini telah dicontohkan oleh sosok demmokratis, dari yang paling demokratis sekalipun, yaitu Nabi Muhammad SAW ketika pemilihan pemimpin untuk menjadi pemimpin, sebagai contoh pemimpin toladan.

“Pemilu ini pengejowantahan bangsa kita yang syarat konstitusi memilih demokrasi. Demokrasi bukan siapa-siapa yang paling demokrasi dinegara manapun. Tetapi demokrasi itu memang benar-benar yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Didalam apasaja Nabi demokratis sekali. Dalam konteks sekecil apapun nabi sangat demikratis sekali. Contohnya, pada saat mau meletakkan hajar aswad, dari pandanga kelompok manapun harus Nabi yang meletakkan. Tetapi nabi meminta semua pihak untuk ikut bersama-sama ikut meletakkan. Ada yang dari yahudi, nasrani, dan islam, semua ikut meletakkan, itu yang dicontohkan nabi,” pungkas.

Dalam kesempatan itu, Ngaji Pemilu yang diselenggarakan Bawaslu dihadiri oleh penceramah, sekaligus pelawak kondang asal Jawa Timur. Yaitu, H Syakirun. Serta disiarkan secara langsung oleh Radio CBFM. ( Asmui / Mifta )