Puncak Hari Amal Bakti, Kemenag Rembang Sediakan 2000 Porsi Makanan Gratis

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Gelaran peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 73 Kementerian Agama Kabupaten Rembang sudah digelar dengan aneka kegiatan. Diantaranya, jalan sehat kerukunan umat beragam yang melibatkan ribuan warga lintas agama, dan tahtimul qur’an bin nadzor.

Pada puncaknya, Kemenag Rembang menggelar upacara bendera di Alun-alun Rembang Kamis pagi (03/01/2019). Upacara sendiri diikuti oleh ribuan peserta, SD, SMP, SMA dan SMK, serta seluruh pegawai negeri sipil yang berada di bawah Kementerian agama.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saefudin mengajak seluruh elemen bangsa untuk menebar kebersamaan, dan merawat kerukunan. Mengingat tahun 2019 ini merupakan tahun politik yang rentan beredar berita hoaks, yang dapat memicu perpecahan ditengah masyarakat, dengan mengatasnamakan golongan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak menebar kebencian antar. Dan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kementerian Agama bisa menjadi perajut kebangsaan.

“Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri.Seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama haruslah menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita yang bhinneka. Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, 4 kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta,” tambahnya.

Usai upacara Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang Atho’illah Muslim berharap, dalam peringatan Hari Amal Bakti Kementeriaan Agama ke 73, peranannya harus semakin terasa ditengah-tengah masyarakat. Utamanya dalam membina kerukunan umat beragama, dan membina kerukunan.

“Ini bagian dari puncak Amal Bakti Kementerian Agama yang ke 73 tahun 2019, harapannya bagaimanapun hari amal bakti harus terasa di tengah-tengah masyarakat. Utamanya didalam membina kebersamaan umat, membina kerukunan umat, menghindari jauh-jauh sikap hoaks, menebar benci, sakit hati antar bangsa,” kata Kepala Menag.

Pelaksanaan Upacara bendera tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Usai pelaksanaan upacara, seluruh peserta upacara dan tamu undangan langsung menikmati hidangan yang disediakan para pedagang kaki lima (PKL) yang ada disekitar lokasi upacara.

Konsep tersebut sengaja dibuat untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, serta mengangkat perekonomian masyarakat. Pasalnya, selain peserta upacara, warga yang melintas juga diperkenankan menikmati makanan yang disediakan secara gratis, dengan jumlah porsi yang disediakan sebanyak 2000 porsi makanan. ( Asmui / Mifta )