Protes Penambangan Pasir Laut Di Tegalmulyo, Berujung Penganiayaan

oleh
foto ilustrasi cbfmrembang.com

KRAGAN – cbfmrembang.com, Sejumlah warga di Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Rabu malam (30/05/2018) memprotes aktifitas penambangan pasir laut yang diduga ilegal diwilayah setempat.

Namun protes yang dilakukan sejumlah warga itu, berunjung dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang warga penambang.

Kejadian tersebut bermula, seorang warga setempat, berinisial BN mengambil pasir laut yang diangkut dengan menggunakan sepeda motor roda 3.

Karena curiga akan dijual, seorang warga menegur BN, sambil menanyakan izin pengambilan pasir laut dari desa setempat. BN justru marah.

Tak lama kemudian, sekitar 10 orang yang juga menolak penambangan datang ke lokasi, ikut menghadang motor pengangkut pasir. Bahkan kendaraan sempat dirobohkan.

BN pun emosi, kemudian mengambil sekop dan diputar – putar, hingga mengenai kepala salah seorang warga hingga luka.

Kapolsek Kragan AKP Mansur membenarkan peristiwa itu. Pihaknya yang datang kelokasi berhasil meredam situasi yang sempat memanas.

Menurutnya, massa yang kesal hampir membakar kendaraan roda tiga yang digunakan untuk mengambil pasir. Namun berhasil digagalkan aparat.

“Itu belum sampai pencurian mas, kami berhasil mengamankan. Sempat juga mau dibakar kita cegah. Kadang ada yang untuk bangun rumah sendiri dan ada yang dijual. Mungkin terlalu sering ngambilnya warga kesal,” kata Kapolsek Kragan.

Polsek Kragan masih menangani kasus tersebut. Sejumlah saksi masih dimintai keterangan terkait aksi protes penambangan pasir yang berujung adanya tindakan penganiayaan. (  ASMUI / MIFTA )