Prasasti Sambikalung Dibongkar, Ada Apa?

oleh

PAMOTAN-cbfmrembang.com, Prasasti Sambikalung yang berada di dusun Sambikalung Desa Pamotan akan diberi peneduh. Proses pengerjaan sudah dilakukan sejak Rabu (9/1/2019) kemarin, Kamis (10/1/2019) prasasti tersebut telah digeser sekira satu meter lebih ke dalam dari jalan.

Ketua RW 7 Desa Pamotan Trimo mengatakan pembuatan atap untuk peneduh dimaksudkan agar menjaga keawetan prasasti dari panas dan hujan. Sedangkan pergeseran tempat prasasti untuk mempermudah pemberian atap.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Pembiayaan pembuatan atap dari anggaran Desa sebesar Rp, 14,3 juta. Pemindahan prasasti dilakukan gotong-royong oleh warga setempat dibantu dengan alat berat milik salah satu warga.

” Ini dalam rangka untuk melestarikan peninggalan leluhur kita. Kita tata dan beri atap dengan harapan bisa untuk peninggalan anak cucu,” ujarnya.

Prasasti Sambikalung pernah didatangi peneliti dari Perancis Dr. Veronigue Blood bersama pakar Arkeologi nasional (Arkenas) prof. Agustianto. Prasasti batu berukuran besar itu terdapat tulisan kecil huruf kuno berjajar rapi.

Sejauh ini belum bisa disimpulkan dan perlu penelitian ulang dari tenaga ahli cagar budaya, apakah prasati Sambikalung merupakan peninggalan jaman Majapahit abad 14 atau sebelumnya jaman Jenggala abad 11. (Ita/Mifta)