Pokja III TP PKK Rembang Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi keamanan pangan bagi Kader PKK se-Kabupaten Rembang Kamis (21/3/2019) di Aula PKK Kabupaten Rembang. Sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Rembang, Wakil I dan Pengurus TP PKK Rembang, beserta 56 Kader delegasi dari 14 Kecamatan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyiapkan dan membekali Kader dalam rangka meningkatkan mutu dan kwalitas dalam melaksanakan program pokja III, diharapkan agar mampu memilih dan menyajikan makanan yang sehat dan aman bagi keluarga.

Disamping itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memproduksi/mengolah makanan/minuman agar produksi yang dihasilkan memenuhi syarat kesehatan dan mengikuti tuntutan konsumen.

Dalam sosialisasi ini Pokja III TP PKK Kabupaten Rembang mendatangkan tiga Narasumber, yaitu dari Dinas Kesehatan Purnomo, dengan materi strategi peningkatan mutu dan keamanan pangan produk olahan dan PIRT, dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Susy Chandrayani dengan materi kemasan dan labeling, dan dari Dinas Pertanian dan Pangan Joko Agung dengan materi keamanan pangan dari pangan segar dan cara penyusunan menu B2SA.

Ketua TP PKK Kabupaten Rembang Hj. Hasiroh Hafidz dalam sambutannya yang sekaligus membuka sosialisasi ini, memberikan apresiasi pada kegiatan ini karena dengan keamanan pangan sangat penting bagi kehidupan yang sehat untuk mengurangi angka kematian bayi yang makin mencuat, sehingga diperlukan asupan makanan yang sehat dan bergizi.

“kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada kegiatan sosialisasi ini karena dengan keamanan pangan ini sangat penting bagi kehidupan kita. Karena apa bapak ibu semuanya, nuwun sewu ini untuk angka kematian ibu dan bayi terutama bayi yang lahir itu sekarang banyak sekali yang kurang daripada normal, kurang dari duakilogram setengah, ini karena apa asupan makanan berarti kurang.”

Ia juga berharap pada Kader yang datang bisa menyampaikan ilmu yang didapat kepada masyarakat setempat, dan menghimbau untuk produk UP2K yang diproduksi, dari komposisi serta pengolahannya harus sesuai dengan keamanan pangan dengan mutu yang bagus tidak hanya sekedar laku dipasaran saja.(Ki/Mifta)