Pilot Projek Rumah Prisma dan Tunnel Membuahkan Hasil

oleh
Foto dokumentasi akun media sosial pengusaha garam di Kecamatan Kaliori

KALIORI – cbfmrembang.com, Pilot projek produksi garam yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) dengan menggunakan metode rumah garam Tunnel dan Prisma mulai menunjukkan hasil. Para petani mulai panen, meski saat ini sudah mulai turun hujan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang Suparman mengatakan, sejauh ini petani yang diberikan bantuan untuk membuat pilot projek sudah berhasil panen, meskipun musim penghujan. Petani sudah memiliki tendon air tua, ketika ada panas sebentarpun akan menjadi garam.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Ia menuturkan, jika metode tersebut sangat baik dan layak untuk dikembangkan para petani garam, baik swadaya maupun mandiri. Di Kabupaten Rembang sendiri ada empat titik yang menjadi pilot projek percobaan pengembangan rumah garam Prisma, dan Tunnel. Seperti di Desa Purworejo, Mojowarno Kecamatan Kaliori, Punjulharjo Kecamatan Rembang, dan Gedungmulyo Kecamatan Lasem.

“Prisma dan yang bunder itu Tunnel, sejauh ini berhasil. Sekarang ini kan musim penghujan dia sudah ada tabungan air tua, ditaruh disitu sudah bisa jadi garam,” jelasnya saat dihubungi wartawan Radio CBFM.

Metode baru tersebut dipercaya mampu memproduksi garam lebih banyak, dan hemat tempat. Keunggulan lainnya, yakni dengan metode ini para petani garam kini tidak perlu bingung lagi dan khawatir gagal panen meski turun hujan lebat sekalipun.

Rumah Tunnel dan rumah garam Prisma merupakan metode yang dikembangkan dari Lamongan Jawa Timur. Metode tersebut menjadi berkembang dan saat ini tengah dikembangkan di sejumlah wilayah penghasil garam yang ada di Indonesia. (Asmui/Mifta)