Perkebunan Mulai Bangkit, Sejumlah Komuditas Baru Dikembangkan

oleh
Bupati Rembang H Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto saat goes bersama para petani tembakau dan OPD menuju Kecamatan Sulang

SULANG – cbfmrembang.com, Perkebunan di wilayah Kabupaten Rembang mulai bangkit. Hal itu terlihat dari meriahnya peringatan Hari Perkebunan ke 61 yang digelar di halaman kantor Kecamatan Sulang, Sabtu (08/12/2018). Ratusan orang yang berasal dari petani, jajaran Pemkab dan masyarakat umum bersama-sama dengan Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan Wakil Bupati H Bayu Andriyanto mengayuh sepeda sejauh 15 kilometer dari Museum RA.Kartini ke Kecamatan Sulang.

Acara sepeda santai yang diikuti para petani itu, juga disediakan hadiah utama satu unit sepeda motor, dua sepeda gunung, dan sejumlah hadiah hiburan, seperti kompor gas, dispenser, dan anaka
hadiah lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengaku, bangkitnya perkebunan di Rembang karena hadirnya sejumlah komoditas tanaman baru yang banyak diminati petani dan sangat menguntungkan dari segi ekonomi, salah satunya ialah tembakau. Apalagi, tahun 2018 ini, cuaca di Kabupaten Rembang sangat mendukung kualitas tanaman tembakau tumbuh dengan baik.

Menurut Bupati 95 persen petani tembakau tahun ini untung. Kalaupun ada yang gagal, angkanya dibawah 5 persen.

“Kita Perkebunan bangkit lagi ditandai dengan peringatan Hari perkebunan yang meriah. Bangkitnya ini karena didorong potensi yang ada di Kabupaten Rembang. Yang ini mencolok yang bisa mengangkat harkat yaitu tembakau. Ada 4000 hektar lahan tembakau yang menjadikan petani kita jaya. Selain itu suasanan tahun ini sangat menguntungkan tembakau. Dari 4000 hektar 95 persen untung. Kita akan adakan pameran dari bermacam-macam, apa yang ada di perkebunan kita yang menguntungkan, yang bisa memberikan kontribusi kepada petani, ini akan kita lihat nanti,”
kata Bupati.

Bupati menambahkan komoditas baru yang akan dikembangkan di Rembang diantaranya cengkeh. Selain itu, Pemkab juga merekomendasikan petani untuk menanam jagung, karena di Rembang sudah ada pabrik jagung yang membutuhkan pasokan 100 ton perhari.

“Kalau tebu sudah berkurang peminatnya, karena tebu berkurang peminatnya, karena tidak sedahsyat tembakau. Harapan untuk para pertani di Rembang, sudah ada pabrik open jagung di Rembang. Salah satu alternatif untuk bergesernya tebu, ini ke jagung. Nanti akan dibeli dengan tongkolnya. Jadi ini akanmenguntungkan petani, kalau kita hitung dengan petani, ini akan untung jagung. karena kebutuhan pabrik setiap hari 100 ton. Oleh karena itu Dinas Pertanian saya minta ntuk menindak lanjuti ini. Selanjutnya Peternakan juga kita eksploitasi, bagaimana pakan dibeli dari sini, dijual untuk orang sini. ini akan punya daya saing,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, kegiatan kalih ini intinya ingin memperkenalkan kepada masyarakat mengenai produk tanaman hasil perkebunan. Seperti cengkeh, kopi, yang berupa tanaman, maupun hasil olahan.

“Ini Perkebunan pada intinya kita ingin menunjukkan hasil Perkebunan yang potensial sial di Kabupaten Rembang. Nanti juga ada sarasehan dengan para petani. Intinya untuk memperkenalkan ke masyarakat, seperti produk perkebunan, ada cengkeh akan kita kembangkan, kelapa, kopi peminatnya yang juga banyak, selain itu juga ada hasil olahan yang lain.

Sedangkan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, Maryono menyebutkan saat ini ada 7000 orang anggota APTI di Rembang. Dengan rincian petani terbanyak berada di Kecamatan Sumber, Bulu, Gunem dan Sulang, disusul Pamotan, dan Sarang.

Panen tahun 2018 ini kualitas tembakau yang dihasilkan di Kabupaten Rembang cukup bagus seperti panen tembakau tahun 2011 lalu. Dengan didukung harga yang bagus membuat petani sangat berminat untuk menanam tembakau. ( Asmui / Mifta )