Perbaikan Dinding Pagar Situs Perahu Kuno Akan Dibuat Lebih Kuat

oleh

REMBANG -Robohnya dinding Situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang yang disebabkan terpaan angin kencang pada Januari lalu membuat sisi bagian utara dinding terbuka lebar. Hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan yang dilakukan untuk menutupi dinding yang terbuka itu.

Terkait hal itu Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Retna Dyah mengatakan pihak perwakilan pemerintah pusat telah melakukan survei ke situs tersebut. Yakni beberapa saat setelah dindingnya roboh di beberapa sisi.

Razia Gabungan Jelang Lebaran, Petugas Temukan Kendaraan 1 Bus Melanggar

Setelah dilakukan survei diperkirakan perbaikan menelan dana hingga Rp. 100 juta, jika perbaikan menggunakan bahan yang sama seperti sebelumnya. Namun dirinya mengupayakan untuk mengganti bahan dengan yang lebih tahan terpaan angin, dan diperkirakan akan membutuhkan dana Rp. 200 juta.

“Lokasi di Perahu Kuno itu usulan Rp. 200 juta, nanti kita ganti materialnya dengan material yang tahan angin karena itu kan dipinggir pantai. Untuk perbaikannya bisa tahun ini, dananya mungkin dari APBD perubahan, tapi kalo dari anggaran pusat nanti ada anggaran pemeliharaan. Kemarin kita sudah koordinasi begitu,” terang Retna saat dihubungi baru-baru ini.

Retna menambahkan, apabila tidak bisa terakomodir di APBD Perubahan, maka anggaran tersebut akan diusulkan untuk APBD 2020 mendatang. Sebab, situs yang memiliki nilai sejarah tinggi itu dinilai perlu dikembangkan lebih baik agar mampu menarik minat wisatawan.

Ditempat terpisah, juru pelihara Situs Prahukuno Punjulharjo Iksan mengatakan, untuk perbaikan dinding yang roboh pada Januari lalu ia berharap tidak seperti desain semula. Perubahan bahan dinding sangat perlu agar tidak mudah roboh ketika diterpa angin kencang.

”Nanti bisa ditata secara miring, jadi sirkulasi udara bisa masuk tapi tidak pintu putar biar kuat, itu yang pertama. Terus yang kedua kalo tidak 1 meter atau setengah meter itu diberi permanen entah batu bata atau apa saja yang pokoknya dilihat mata enak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada akhir tahun lalu tepatnya 29 Oktober 2018 pengelolaan bangunan museum atau cungkup Situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, sepenuhnya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Rembang oleh Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian RI. Rencananya lokasi situs Perahu yang berukuran panjang 17,9 meter dan lebar 5,6 meter ini akan dikembangkan lagi hingga menjadi destinasi wisata yang menarik. (Rendi /Mifta)