Pengamanan Pemilu di Rembang di Backup Kopassus

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Jajaran Polres Rembang Senin pagi (15/4/2019) mulai melakukan pemberangkata pasukan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara atau (TPS) apel keberangkatan dilakukan dihalaman Mapolres Rembang. Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang beserta pihak terkait dadir dalam apel pemberangkatan pasukan.

Kapolres Rembang Pungky Bhuana Santoso usai apel kepada media mengaku, secara umum pengaman yang akan dilakukan siap. Ia menegaskan, jika pengamanan didaerah terpencil dan yang paling jauh sudah siap. Sehingga TPS yang paling dekat jauh lebih siap.

“Nanti sore atau besok pagi, TPS di dusun-dusun terpencil akan kami lakukan pengecekan. Jadi perlakuan dusun terpencil justru menjadi prioritas. Kalau yang jauh saja siap, yang dekat tentu lebih siap, itu teorinya, “ ujarnya.

Ia menimpali, jika Polres Rembang mengerahkan 550 orang personel atau sekitar 85 % dari total kekuatan yang ada. Sisa 15 % pasukan nantinya akan diperbantukan sebagai pemukul, apabila terjadi gangguan keamanan yang meningkat. Selain itu ada pula bantuan dari Brimob dan Polda Jawa Tengah.

“Pak Kapolsek bertanggung jawab dalam distribusi logistik, H-1 akan kami cek lagi. Yang backup dari Brimob 25 dan Polda 25 orang, total ada 600 an, “ bebernya.

Selain dari internal Polres Rembang, pengamanan Pemilu juga mendapatkan bantuan dari TNI sebanyak 261 personil Kodim 0720 Rembang, dan 6000 lebih pasukan Linmas serta Satpol PP.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistyanto berharap situasi akan terkendali sampai dengan Pemilu rampung. Namun apabila eskalasi gangguan pemilu di Rembang meningkat, TNI akan menurunkan anggota Komando Pasukan Khusus atau (Kopassus) ke Kabupaten Rembang. Pasukan Kopassus sendiri menjadi wewenang Panglima TNI dalam hal ini Pangdam.

“Dari Kodim menyiagakan 261 personel, masing-masing 161 langsung di lapangan, sedangkan 100 stand bye di markas Kodim. Untuk Backup Kopassus ini merupakan ranah dari Panglima TNI dalam hal ini Pangdam, apabila di sini eskalasi konflik tinggi dan Kodim nggak bisa mengatasi. Maka akan kami laporkan untuk dikerahkan Kopassus. Jadi nggak sejak awal langsung ke sini, “ tandas Dandim.

Selama pengamanan Pemilu di TPS, seluruh jajaran Polres Rembang tidak diperkenankan membawa senjata api. Untuk sementara, senjata api dikandangkan di gudang senjata Mapolres Rembang selama pagelaran Pemilu. Upaya tersebut, sebagai bentuk aparat keamanan memberikan pelayanan humanis dan rasa nyaman kepada pemilih, ketika dalam menyalurkan hak pilihnya. ( Asmui / Mifta )