Manisan Siwalan Semakin “Seksi” Dipasar

oleh

REMBANG-cbfmrembang.com, Berawal dari keprihatinannya terhadap harga jual siwalan, terlebih saat masa panen yang justru sering merosot. Imam Subekti (44), Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencoba mengembangkan produk olahan siwalan 2016 lalu.

Bersama sang istri Eni Yuliastuti dan keempat karyawan, mereka mengolah siwalan menjadi manisan dan dawet di rumahnya yang berada di desa Mondoteko , sebelah timur lampu merah perempatan Mondoteko Kecamatan Rembang.

Selama tiga tahun, minat pasar terhadap manisan siwalan yang di beri merk Pas Eco itu semakin bagus dan diperkirakan semakin meningkat ke depannya. Omset per bulan dari penjualan manisan siwalan rata- rata Rp. 5 juta.

“Sangat prospek sekali, untuk omset rata- rata khusus manisan siwalan Rp. 5 juta, ” tuturnya.

Manisan siwalan produksinya dibandrol Rp. 20 ribu satu box yang berisi enam gelas. Ada dua varian rasa, yaitu original dan aneka rasa seperti strowberi, melon , nanas dan lecy.

Jika selama ini pemasaran mengandalkan online, 2019 ini Ia mencoba membuka depot penjualan di tiga tempat. Ia akan membuka depot penjualan di tiga lokasi. Diantarannya di depan Kantor Pos Rembang, Sekitar alun- alun dan di depan stadion Krida Rembang.

Produk manisan siwalan ini cocok untuk oleh- oleh dan memang pembelinya sudah ada yang dari luar kota bahkan luar pulau Jawa. Selain manisan siwalan , Ia juga mengolah siwalan menjadi dawet, dan terobosan baru 2019 ini akan ada produk kripik siwalan. (Mifta/Mifta)