Lestarikan Produk Lokal, Semen Gresik Gelar Virtual Competition

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, PT Semen Gresik Pabrik Rembang, hari Kamis (21 / 03 / 2019) mengumumkan pemenang sejumlah lomba yang digelar untuk meramaikan HUT ke – 5 pabrik semen plat merah itu.

Yang paling menyedot perhatian adalah lomba desain motif batik Lasem. Karena lomba ini mengangkat budaya Kabupaten Rembang, yaitu batik tulis Lasem. Lomba ini dibagi menjadi dua kategori, lokal dan nasional.

Kepala Departemen Komunikasi Dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana menuturkan pihaknya menggabungkan antara potensi Kabupaten Rembang dengan generasi milenial. Ia berharap melalui kompetisi semacam ini, mampu mengangkat batik Lasem, sekaligus menjadi jembatan proses regenerasi produk unggulan khas Kabupaten Rembang.

“Kami kemas dengan Semen Gresik Virtual Competition. Harapan kami generasi milenial ikut berkontribusi mengangkat potensi dan kearifan lokal di sini, “ tandasnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Rembang Hj Hasiroh Hafidz mengatakan, sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh PT Semen Gresik. Pasalnya kegiatan seperti itu, dapat meningkatkan kecintaan generai muda untuk lebih mencintai produk dan budaya Indonesia utamanya di Kabupaten Rembang.

Selain itu, kegiatan lomba desain batik tersebut agar terus digelar secara berkala setiap tahun. Mengingat, antusiasme generasi muda untuk ikut serta didalamnya sangat luar biasa.

“Kegiatan ini sangat membawa dampak baik. Karena dengan kegiatan ini akan dapat membuat anak-anak atau generasi muda untuk lebih mencintai produk dan budaya Indonesia, utamanya di Kabupaten Rembang. Kami berharap bukan kalih ini saja, tetapi tahun-tahun yang akan datang. Karena antusias anak-anak sangat luar biasa sekali. Kami juga berharap bukan hanya kegiatan seperti ini saja, tetapi juga kegiatan yang lain yang dapat mengangkat sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Rembang,” jelasnya.

Untuk kategori lokal, juara I raih oleh Hasna Putri, seorang remaja berusia 19 tahun, yang tinggal di Jl. Dr. Sutomo Rembang, kemudian juara II Bambang Sokoguru warga Kelurahan Kutoharjo Rembang dan juara III Sri Murti Antini, siswi SMA Kartini Rembang.

Sebelumnya, para nominator memaparkan hasil karya mereka masing – masing di depan dewan juri, yang terdiri dari Ketua Dekranasda Rembang Hj Hasiroh Hafidz isteri Bupati Rembang, Edi Winarno sejarawan Lasem, Hawien Wilopo seorang pelaku usaha batik Lasem dan Abdul Khamim pelaku seni rupa asal Kecamatan Sluke.

Hasna membeberkan arti topik desainnya yang diberi nama “Naga Semen Gresik”. Melalui motif tersebut, ia ingin menggambarkan Semen Gresik dapat menjadi perusahaan yang semakin maju dan sejahtera.

“Saya nggak menyangka bisa jadi juara I. Kebetulan saya memang senang mendesain. Kedepan pengin rasanya kuliah di perguruan tinggi negeri, ngambil jurusan desain komunikasi visual, “ beber Hasna.

Dibalik kemenangan Hasna ini, tak lepas dari paparan Bambang Sokoguru yang meleset. Karya desain Bambang sebenarnya mengundang kekaguman dewan juri. Namun ketika paparan, Bambang yang merupakan tukang tato ini tidak mampu memberikan presentasi secara detail, sehingga dikalahkan oleh Hasna.

Salah satu juri, Edi Winarno mendorong para peserta untuk mendalami ciri khas batik tulis Lasem. Menurutnya, akan lebih baik sebelum membuat desain, meminta masukan dari para pembatik.

“Kalau ingin eskplore batik Lasem, filosofinya sangat banyak, harus lebih serius. Salah satu contoh warna merah getih pitik, itu khas Lasem dan nggak bisa digantikan oleh batik dari daerah lain, “ terangnya.

Sementara untuk lomba desain motif batik Lasem kategori nasional, juara I dimenangkan Dwi Wahyu Subekti, juara II Safiratul Fitriya dan juara III Rima Anggi. Lomba lainnya, untuk karya tulis juara I direbut Nadifa Laely dari MA Al Anwar Sarang, juara II Mamluatul Hikmah dari SMA N I Kragan dan juara III Sekar Dian siswi SMA N I Kragan, serta juara favorit Shofiyatun Fadzillah, siswi SMA N II Rembang. ( Asmui / Mifta )