KUR Garam Rakyat Untuk Bantu Petani, Terkait Harga Ini Kata Menko

oleh

REMBANG – Para petani garam rakyat di Kabupaten Rembang mendapat akses kemudahan dalam hal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BUMN yakni, Bank BNI, Bank Mandiri, BRI dan Bank Jateng. Kegiatan yang dihadiri oleh Asisten Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iwan Faidi, Bupati Rembang H Abdul Hafidz, dan empat pimpinan bank yang terkait termasuk petani garam digelar di pendapa Museum RA Kartini, Sabtu (13/4/2019).

Pada agenda penyaluran KUR tersebut juga dilakukan vidio teleconference bersama MenKo Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, dari Kabupaten Pamakesan, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). Selain di Rembang dan Pamekasan secara bersamaan juga dilaksanakan di Indramayu, Bima, Kupang, dan Jeneponto,

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iwan Faidi, melaporkan, bahwa skema KUR Garam Rakyat adalah kebijakan strategis yang ditetapkan melalui Permenko nomor 8 tahun 2018 untuk meningkatkan kualitas produksi garam dari petani. Dimana KUR bisa diakses oleh usaha produksi seperti pembudidaya ikan, peternak, petani garam dan UMKM lainnya.

“KUR saat ini bisa memiliki dengan plafon pinjamannya mulai Rp 25 juta sampai maksimal Rp 500 juta. Dengan bunga 7 persen per tahunnya, “ ujarnya.
Realisasi penyaluran KUR di Jawa Tengah sejak januari sampai 31 Maret 2019 mencapai Rp. 6,7 trilyun kepada 282 ribu debitur. Di sektor garam hingga 11 April 2019 mencapai Rp 68,8 milyar, dengan total debitur sebanyak 2.354 orang dari petani garam. Sementara KUR yang disalurkan melalui BNI sebanyak Rp 25,73 milyar, dengan debitur 742 orang.

Bupati Rembang, H Abdul Hafidz menyambut gembira atas disalurkannya KUR Garam Rakyat dan bentuk kepedulian pemerintah lainnya. Namun yang dikhawatirkan petani selama ini adalah harga garam yang tidak stabil dan cenderung anjlok jika musim panen.

“Harga garam saat penen raya Rp. 1.200 per kilogram sekarang ini harga tertingginya Rp 800 per kilogram. Dulu, harga garam pernah mencapai Rp 3000, bahkan Rp 4000 per kilogramnya.Bupati meraya yakin jatuhnya harga garam itu karena ada permainan yang terorganisasi, artinya pemerintah harus ikut turun tangan, jika harga stabil maka petani garam pasti sejahtera, ” tuturnya.

Selain itu, Bupati juga minta kepada segenap perusahaan untuk membantu petani garam di Rembang melalui program CSR guna menangani masalah saluran air untuk tambak garam.

Sementara itu terkait harga garam yang tak stabil, dari Pamekasan melalui video teleconverence, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan akan berkoordinasi dengan Menteri BUMN, agar PT. Garam bisa membangun lebih banyak gudang garam. Harapannya bisa membantu harga jual garam lebih stabil.

“PT. Garam ini penting, jangan kalau petani panen garam ikut- ikutan menurunkan harga. Nanti saya akan berbicara menteri BUMN untuk perintahkan bangun gudang lebih banyak, sehingga kalau panen tidak ada alasan gudang penuh, harga jatuh. Kita akan cari jalan, “ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis KUR Garam Rakyat dan bantuan geo membran tambak garam kepada sejumlah petani dan kelompok tani garam asal Rembang. (Rendi/Mifta)