Kondisi Tahanan Gantung Diri Mulai Membaik

oleh
Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso didampingi Kasdim Rembang

REMBANG – cbfmrembang.com, Kondisi tahanan titipan yang gantung diri Lip Apriyanto (25) warga Lubuk Linggau, Bengkulu Utara, saat ini membaik dan maih menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa kepada wartawan seusai mengikuti upacara hari pahlawan, di halaman gedung bupati Rembang, hari sabtu (10/11/2018).

Kapolres Rembang mengatakan Lip Apriyanto sudah bisa berkomunikasi. Ia berharap Apriyanto bisa memiliki semangat untuk hidup.

“Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa memotivasi dirinya. Pasalnya informasi yang didapatkan dari penyidik, beberapa hari belakangan ini yang bersangkutan tertekan. Dan informasi ta’mir masjid Rutan yang bersangkutan sering melamun. Kosong pikirannya.” Imbuhnya.

Kapolres menambahkan agar Lip Apriyanto tidak melakukan bunuh diri lagi, Polres Rembang telah merekomendasikan ke pihak Lembaga Pemasyarakatan untuk menambah pengawasan dan saat ini telah didampingi rohaniawan supaya kesehariannya diisi hal-hal positif yang bernilai ibadah.

Menurut Kapolres, dugaan kuat Lip Apriyanto nekat hendak mengakhiri hidup dengan cara gantung diri mengerucut setelah kepolisian menemukan selembar surat yang diduga tulisan tangan Lip Apriyanto.

Surat yang ditemukan di sekitar lokasi Lip Apriyanto gantung diri itu bertuliskan pesan-pesan terakhir dari tahanan itu kepada teman dan keluarganya. Di dalam surat itu berisi permintaan maaf atas sikapnya kepada teman dan keluarganya. Di surat itu, dia juga berpesan agar teman dan keluarganya jangan meninggalkan shalat.

Kapolres menjelaskan Lip Apriyanto merupakan tahanan titipan Polres Rembang atas kasus penipuan yang masih dalam proses penyidikan. Dia mulai menjadi tahanan titipan di Rutan kelas II B Rembang sejak tanggal 10 Oktober 2018. Saat ini masih tahap 1, dalam tahap melengkapi berkas.

Kapolres mengungkapkan Lip Apriyanto terkena pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman antara 4 tahun – 5 tahun.( Masudi / Mifta )