Jumlah Calhaj Rembang Meninggal Sebelum Berangkat Bertambah

oleh
Kepala Kemenag Rembang saat ditemui wartawan

REMBANG – cbfmrembang.com, Jumlah calon jamaah haji di Kabupaten Rembang yang gagal berangkat karena meninggal dunia kembali bertambah satu orang. Calon haji yang tergabung dalam kloter 64 itu, ialah Rochwidati warga Desa Mondoteko kecamatan kota. Sebelum meninggal, almarhumah sudah difonis gagal berangkat karena terkendala kesehatan.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang Athoillah saat penutupan manasik masal di Pendapa Kompleks Museum Kartini Senin pagi (09/07/2018) membenarkan kabar tersebut. Kouta haji yang gagal berangkat akan dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan, persoalan haji bukan semata faktor keuangan untuk menentukan keberangkatan ketanah suci. Kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberangkatkan calon haji.

“Memang kami (Kemenag red) dengan Dinas Kesehatan, sekarang ini diperkuat lagi kaitannya dengan istithoah kaitannya bukan hanya sekedar berkemampuan secara finalsial, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan. Makanya kemarin yang dua itu dinyatakan oleh dokter tidak bisa berangkat, maka harus diterima,” kata Kepala Menag Rembang.

BACA: Dua Calon Jamaah Haji Rembang Gagal Berangkat Tahun Ini

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, jika Pemerintah Kabupaten Rembang menanggung biaya pemberangkatan dan pemulangan dari bandara, yang dianggarkan melalui APBD.

Bupati juga berharap, agar calon jamaah haji untuk senantiasa update informasi seputar kegiatan haji. Karena, manasik yang diselenggarakan Kemenag Rembang dirasa masih belum mencukupi.

“Tentu ini saya kira masih belum cukup oleh karena itu saya berharap kepada para jamaah, untuk selalu aktif untuk menanyakan yang belum faham nanti pada saatnya. Kita sudah menyiapkan tim pembimbing mulai dari tingkat kecamatan,” kata Bupati.

Sebelumnya manasik atau bimbingan peserta calon jamaah haji Rembang dimulai pada 28 Juni 2018, dan dilanjutkan selama 6 hari di tingkat kecamatan, dan dua kali ditingkat kabupaten.

Sampai saat ini belum ada perubahan soal jadwal keberangkatan. Jumlah jamaah haji yang akan berangkat tetap 790 orang.
Mereka tergabung dalam kloter 62 dan 63 yang diberangkatkan pada tanggal 3 Agustus. Sementara kloter 64 pada tanggal 4 Agustus 2018. ( ASMUI / MIFTA )