Jangan Main- Main Dengan Dana PNPM

oleh

SEDAN-cbfmrembang.com, – Sampai saat ini status kelembagaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan memang masih belum bisa dipastikan kejelasannya, namun demikian dana yang dikucurkan melalui lembaga tersebut seperti dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) harus tetap dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat membuka acara pembagian dana sosial surplus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kecamtan Sedan di pendopo kecamatan setempat, Selasa kemarin.

Bupati menyebut, ada yang berfikir bahwa dana PNPM sudah tidak jelas siapa yang bertanggungjawab, sehingga banyak yang menyepelekan penggunaanya.

“Ada yang berfikir dana ini sudah tidak jelas siapa yang bertanggungjawab maka bisa dibagi-bagi. Itu tidak boleh! Negara masih tetap akan mengamankan dana tersebut. Jangan sampai seperti yang lain yang masuk ke ranah hukum karena ada penyelewengan.” tegasnnya.

Bupati juga mengatakan pemerintah sangat senang dengan adanya program PNPM yang sifatnya pemberdayaan ini karena bisa berkontribusi menurunkan angka kemiskinan. Tidak hanya sampai situ, pengelolaannya harus benar-benar diperhatikan agar tidak ikut terseret kasus penyimpangan.

Total surplus UPK kecamatan Sedan mencapai Rp.227 juta. Dari total surplus tersebut dibagikan kepada 140 anak yatim dan lansia dengan besaran sesuai hasil kesepakatan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD). Sedangkan kredit macet diperkirakan ada 1%. ( Ita / Mifta)