Jalan Ngasinan-Kendalagung Dianggarkan Rp 3 Miliar

oleh

KRAGAN – cbfmrembang.com, Perbaikan jalan penghubung antara Desa Ngasinan hingga Desa Kendalagung akan kembali dikerjakan pada tahun 2020 mendatang. Sebelumnya jalan tersebut sudah dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp. 1,8 miliar, namun hasilnya hasil perbaikannya masih kurang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz seusai sholat tarawih di Masjid Jami’ Agung Desa Kendalagung Kecamatan Kragan dalam kegiatan Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling (Tarling), Kamis (23/5/2019).

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Bupati Hafidz membeberkan dengan anggaran tersebut perhitungkan bisa dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 4km, sehingga perbaikan jalan Ngasinan-Kendalagung selesai. Namun dengan struktur tahan yang tidak stabil, tidak memungkinkan untuk diperbaiki menggunakan bahan aspal hotmix sehingga dilakukan pengecoran dengan hasil kurang dari 2km saja.

“Ternyata secara teknis niki namung sae menawi dicor. Mergo dicor entuke ora sido 4 Km, tapi mung 1 Km luweh sitik, sehingga niki terjadi kekurangan di jalan Ngasinan-Kendalagung. Winginane niku kulo itung, paling-paling sing ngelewati niku koldisel wae, upomo dihotmix paling ora yo 7 tahun – 8 tahun kuat. Tetapi ternyata tanah ting meriki gerak, sehingga disepakati kepala desa dengan konsultan kudu dicor,” beber Bupati.

Dengan kekurangan itu Bupati menegaskan akan kembali melanjutkan perbaikannya dengan mengajukan usulan pada tahun ini. Anggaran yang disiapkan untuk jalan Ngasinan-Kendalagung yaitu sebesar Rp. 3 miliar, dan pengerjaannya baru bisa dilakukan ditahun 2020 mendatang.

“Insya allah mangke kulo teruske, niki sampun kulo siapke anggaran Rp. 3 miliar. Hanya masalanya ora iso dilaksanakan tahun iki mergo anggarane lagi diusulno tahun iki, mangke tahun 2020 mangke nembe dilaksanake cor,” terang Bupati.

Bupati menambahkan jumlah jalan di Kabupaten Rembang mencapai 680.000 Km. Dengan jumlah jalan antar Desa 1400 Km, oleh sebab itu warga diminta bersabar karena perbaikannya dilakukan secara bertahap.

Sebelum meninggalkan masjid, sejumlah bantuan juga diberikan. Mulai dari Al-Qur’an, Mukena dan sejumlah uang untuk Takmir masjid. ( Rendi / Mifta )