Gara-gara Ulah Penonton PSIR Didenda Puluhan Juta

oleh

REMBANG-cbfmrembang.com, Buntut dari ulah sebagian penonton yang membuat rusuh, saat pertandingan antara PSIR Rembang dan PSPS Riau di stadion Krida Rembang pada 15 Oktober 2018 kemarin, membuat tim yang berjuluk Laskar Dampu Awang harus menerima sanksi denda dari Komisi Disiplin PSSI.

PSIR dianggap telah melakukan pelanggaran karena adanya pelemparan botol ke lapangan, dan penyalaan flare (dibaca Vlar) oleh sebagian oknum penonton di dalam stadion. Atas insiden tersebut, Komdis PSSI menerapkan denda Rp 65 juta. Sanksi tersebut sudah diumumkan secara resmi melalui akun media sosial resmi milik PSSI pada tanggal 28 Oktober 2018 kemarin.

Sekretaris PSIR Rembang Budi Suharso saat dikonfirmasi wartawan mengaku, ia mendapatkan kabar tersebut dari Karteker Pelatih PSIR Hadi Surento. Menurutnya, sanksi denda biasanya langsung dipotong melalui bantuan subsidi yang diberikan oleh PT Liga kepada tim.

“Kemarin memang kabarnya seperti itu, saya malah dapat kabar dari Mas Rinto ( Karteker Pelatih PSIR), Cuman kan kita paling tidak belum tau. Nanti juga berkaitan dengan bantuan subsidi ke 5 dari PT Liga. Biasana kalau ada nanti langsung dipotong dari situ.” jelas Budi Suharso.

Selama kompetisi Liga 2 berlangsung, PSIR Rembang mendapatkan subsidi oprasional dari PT Liga sebasar Rp 1,4 miliar. Dana tersebut sudah diberikan empat kali, dengan besaran masing-masing Rp 250 juta setiap kali transfer. Saat ini PT Liga belum mentransfer dana subsidi yang kelima, dengan nominal yang sama, karena masih menghitung denda-denda yang harus dibayar oleh tim.

“Biasanya kalau ada langsung dipotong dari situ. Memang pembahasan belum ada. Tapi kalau Pengawas Pertandingan (PP) melaporkan seperti itu kan mau gimana lagi. Itu gak usah bayar langsung di bayar. Kita kan mendapatkan subsidi Rp 1,4 miliar, dan sudah diberikan 4 kali. Dan ini masih satu kali jumlahnya Rp 250 juta. Yang terakhir ini PSSI mau di transfer ke rekening PSIR tetapi masih menunggu penghitungan denda-denda, seperti kartu kuning, dan denda seperti insiden pada pertandingan terakhir kemarin saat melawan PSPS Riau.” pungkasnya.

Saat ini, PSIR masih menunggu perhitungan denda yang dikenakan oleh PSSI. Pelanggaran yang biasa dikenakan denda, pelemparan botol, penyalaan flare, melanggar fairplay, dan kartu kuning. Besaran denda yang diberikanpun berbeda-beda.

Pada pertandingan menjamu PSPS Riau, PSIR menang telak dengan skor 6-0. Meski berhasil memenangkan pertandingan pada laga pungkasan, PSIR Rembang tetap turun ke Liga tiga pada musim kompetisi tahun depan. ( Asmui / Mifta )