Diduga Sakit Hati, Mantan Karyawan Curi Dokumen Kantor di Jual Ketukang Loak

oleh
Pelaku dan barang bukti yang sudah berhasil diamankan olrh pihak kepolisian

REMBANG – cbfmrembang.com, Aparat Polsek Rembang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dan pemberatan. Pelaku yang ditangkap ialah, Hartono (29) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke.

Ia ditangkap polisi lantara diduga mencuri dokumen-dokumen penting dikantor milik PT PRK yang beralamat di Desa Kabongan Kidul kecamatan kota, pada tanggal 26 Januari 2019 kemarin sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Pelaku mengambil ratusan kilogram berkas dokumen milik kantor, TV, AC bekas, dan besi pagar kantor untuk dijual ke tukang loak.

Selain pelaku, aparat juga mengamankan Kabul (48) warga Desa Turusgede kecamatan kota, yang merupakan tukang loak yang diduga sebagai pembeli barang hasil curian.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kapolsek kota AKP Harianto mengatakan, pelaku ditangkap pada hari Kamis 31 Januari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, disebuah warung kopi di Desa Sendangmulyo. Hartono sendiri merupakan bekas pegawai PT PRK yang sudah lama keluar. Pelaku dapat dengan mudah mengambil barang-barang didalam kantor, karena sudah mengetahui letak kunci kantor PT PRK yang biasa disimpan dibawah keset depan pintu.

“Penanagkapan pelaku pencurian di PT PRK Rembang jadi diwilayah Sendangmulyo Kecamatan Sluke. Dulu pelaku pegawai di PT PRK tersebut, kemudian ada permasalahan apa, terus keluar atau dikeluarkan. Setelah keluar tau seleuk beluknya kantor tersebut, kemudian pada Hari Santu tanggal 26 Januari 2019 pukul 21.00 waktu setempat pelaku dari Sluke ke kantor PRK dan membuka pintu dengan mengambil kunci yang biasa di simpan didalam keset dan mengambil barang-barang yang ada didalamnya,” kata Kapolsek.

Setelah dilakukan penelusuran, dari tangan penadah, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kertas yang berisi dokumen penting milik PT PRK seberat 349 kg, 1 (satu) pagar besi warna biru yang sudah dijual kepada tukang rosok. Selain itu, TV dan AC bekas yang ada di dalam kantor juga turut diamankan dari tangan pelaku.

Dari tangan Hartono, Kabul membeli barang-barang hasil curian tersebut dengan harga Rp 1,5 juta. Atas perbuatannya, kedua pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Hartono dijerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Sedangkan penadahnya dijerat dengan pasal 480 dengan ancaman hukuman diatas 4 tahun penjara. Sampai saat ini keduanya sudah mendekam disel tahanan Mapolres Rembang, dan menyandang status tersangka. ( dari Rembang, Asmui melaporkan )