Delapan Anak di Kecamatan Sedan Terserang Demam Berdarah

oleh

SEDAN – cbfmrembang.com, Kasus Demam Berdarah (DB) menghantui masyarakat di wilayah Kecamatan Sedan. Pasalnya Puskesmas Sedan tengah merawat delapan anak di bawah 15 tahun yang terjangkit virus DB.

Pihak Puskesmas Kecamatan Sedan memperkirakan jumlah penderita penyakit demam berdarah (DB) di masih bisa bertambah. Namun demikian, pihaknya mewaspadai, lantaran tahun ini masuk siklus lima tahunan penyakit yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk Aedes Aigypti tersebut.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Menurut Kepala Puskesmas Sedan dr Joko Paryanto, cuaca yang tidak menentu seperti ini memang rawan, karena nyamuk dapat secara cepat berkembangbiak. Hujan

yang tidak setiap hari turun, justru perlu diwaspadai. Karena kondisi seperti ini lah nyamuk dengan mudah berkembang biak.

“Iya sangat rentan sekali, karena jika musim hujan tidak setiap hari turun hujan malah berbahaya mambuat nyamuk cepat berkembang biak. Karena siklus nyamuk hidup itu Demam Berdarah itu 7 hari sampai 9 hari. Jadi nek missal hari ini hujan ada genangan air, otomatis nyamuk bertelur, la seminggu gak hujan otomatis telur nyamuk menetas. Berbeda ketika setiap hari hujan terus menerus,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radio CBFM, hampir semua puskesmas yang ada di Kabupaten Rembang yang membuka layanan rawat inap penuh dengan pasien. Di Kecamatan Sedan contohnya, saat ini merawat 21 pasien, sedangkan ruang rawat yang tersedia hanya 14 tempat tidur.

Dengan adanya kejadian ini masyarakat dihimbau untuk senantisa menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara Menguras, Menutup, dan Mengubur, Plus melakukan pencegahan.

Masyarakat juga diminta untuk melakukan pembasmian nyamuk secara mandiri dengan cara menyemprot menggunakan pembasmi nyamuk. Penyemprotan jangan sampai menunggu petugas turun. ( Asmui / Mifta )