Curhatan Penyadang Disabilitas Susah Mencari Kerja, Ini Tanggapan Pemkab

oleh
Bupati Rembang bersama pejabat yang lain menyapa penyandang kebutuhan khusus

REMBANG – cbfmrembang.com, Seorang warga dari Pancur, Yakur mengusulkan agar Pemkab Rembang membantu para penyandang disabilitas mendapatkan pekerjaan. Usulan tersebut disampaikannya kepada Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat talkshow Halo Bupati belum lama ini. Ia mengaku sedih melihat mereka sulit mendapat pekerjaan.

“Banyak penyandang cacat di Rembang yang sulit mencari kerja. Saya mohon Pak Bupati mau membantu kerja sama dengan perusahaan, paling tidak perusahaan mau memberi pekerjaan satu atau dua syukur lebih, “ ujarnya. Insert 11

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Menanggapi usulan tersebut Bupati akan mencoba menindak lanjutinya, tetapi tidak bisa menjanjikan, pasalnya perusahaan pada umumnya mengejar keuntungan, sehingga belum bisa memastikan bisa masuk ke ranah tersebut. Namun Perusahaan memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat digunakan untuk membantu memberdayakan penyandang disabilitas, melalui usaha produktif.

Bupati menambahkan Pemkab Rembang telah beberapa kali membantu memfasilitasi penyandang disabilitas berwira usaha sesaui keinginan mereka. Pihaknya memang berkomitmen bagaimana caranya penyandang disabilitas mampu hidup dengan layak.

“Kalau kita bicara perusahaan disana ada money profit, tetapi yang cacat ini kita fasilitasi kemampuan dan keinginannya. Kemarin yang di Sale itu tuna netra, pengennya usaha gas, kita bantu mintakan ke distributor, alhamdulillah dikasih, minta jualan air, kita fasilitasi bisa. Kemudian yang di Bulu minta tambahan modal, dia punya konter hp, kita fasilitasi namun karena persyaratan dari perbankan kami belum tau, tapi kami ingin disabilitas ini kami fasilitasi, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni menambahkan Gudang Alfamart pernah menerima pekerja dari penyandang disabilitas , tetapi tetap memberlakukan standar tertentu. Ia mendorong perusahaan lain juga mencontohnya.

2018 kemarin ada Perda CSR dan telah dibuat Peraturan Bupatinya. Disana Pemkab mendorong sebagian dana CSR semua perusahaan dialokasikan penyandang disabilitas terlebih yang kondisinya sangat miskin. (Mifta/Mifta)