Bupati Ajak Masyarakat Memakmurkan Masjid

oleh

PANCUR – cbfmrembang.com, Pembangunan masjid memerlukan pengorbanan yang besar, baik pikiran, waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Hal itu harus diimbangi dengan peningkatan keimanan dan ketaqwaan warganya.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rembang, H Abdul Hafidz ketika melakukan peletakan batu pertama Masjid Baitul Mukmin yang terletak di Dukuh Karasjajar Desa Doropayung Kecamatan Pancur, dan memberikan bantuan 100 sak semen.

Razia Gabungan Jelang Lebaran, Petugas Temukan Kendaraan 1 Bus Melanggar

Bantuan 100 Sak semen juga diberikan untuk masjid Masjid Al Muttaqin di Dukuh Doropayung, Desa Doropayung Kecamatan Pancur. Tanah yang digunakan untuk Masjid Al Muttaqin merupakan tanah waqaf dari salah warga setempat bernama Kiswadi yang terletak di RT 2 RT 1. Sedangkan proses pembangunannya dilakukan swadaya.

Bantuan masing-masing 100 Sak semen yang diberikan oleh Bupati Rembang menggunakan uang pribadi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Abdul Hafidz mengajak warga untuk berlomba-lomba untuk nyumbang pembangunan masjid. Bagi para hartawan sebanyak mungkin dapat menyumbangkan hartanya, bagi para relawan dapat ikut berpartisipasi menyumbangkan tenaganya. Karena ikut membangun masjid pahalanya sangat berlipat ganda.

Menurut orang nomor satu di Rembang itu mengaku, ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid berbeda dengan ikut membangun bangunan lain seperti rumah, gedung, dan kantor.

“Ini masjid belum tentu 200 atau 300 tahun yang akan datang direnovasi hal itu kesempatan bagi warga masyarakat untuk berlomba menyumbang masjid. Ynag punya uang banyak, berlomba untuk membangun masjid, yang punya tenaga berlomba membantu tenaga. Yang punya ilmu berlomba untuk memakmurkan masjid. Karena apa Allah SWT sudah menjanjikan, barang siapa yang membangun masjid maka akan dibuatkan rumah di surga,” kata Bupati.

Kepala Desa Doropayung Sutanto mengaku, renovasi masjid dilakukan dengan mempertimbangkan usia bangunan yang sudah tua. Masjid yang lama bangunannya sebgian menggunakan kayu, seperti masjid agung Demak. Hanya saja, ukurannya lebih kecil, yaitu 20 x 15 meter.

Menurutnya, bangunan masjid yang lama sudah dirobohkan dan akan dibangun dengan model yang baru dengan menggunakan anggaran secara swadaya. Untuk sementara anggaran yang terkumpul baru Rp 550 juta, sedangkan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2 sampai Rp 3 miliar. Agar lebih dapat menampung banyak jamaah, bangunan masjid akan menggunakan 2 lantai, atau bertingkat.

“Dibangun karena melihat usia masjid, karena sudah banyak yang rusak. Kita bongkar total agar kedepannya fasilitas ibadah semakin khusuk dan tenang. Seperti kemarin lokasinya agak sempit, kita buat tingkat agar dapat menampung banyak jamaah,” bebernya. Insert 7 Maret 19 Sutanto

Untuk penyelesaikan pembangunan masjid, warga masyarakat setempat secara bergilir melaksanakan gotong royong selama proses pembangunan. Jika tidak ada halangan, prosem pembangunan akan memakan waktu 1 sampai 2 tahun kedepan. ( Asmui / Mifta )