Bawaslu Gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang

oleh

REMBANG – cbfmrembang.com, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang, Jum’at pagi menggelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang, di jalon Gatot Subroto Nomor 8 Rembang, atau sebelah timur Alun-alun kota Rembang.

Dalam kesempatan itu, seluruh jajaran pengawas Pemilu ditingkat kecamatan atau Panwascam, hingga Pengawas Pemilu Lapangan atau (PPL) hadir sebagai tanda kesiapan jajaran Bawaslu dalam mengawasi tindak kecurangan dan pelanggaran Pemilu yang menggunakan politik uang.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto saat membacakan sambutan Ketua Bawaslu Pusat mengingatkan seluruh jajaran nya karena Pemilihan Umum tinggal lima hari lagi, yaktu 17 April 2019.

“Pemilihan umum adalah pesta demokrasi yang perlu dirayakan penuh sukacita, damai dan rasa kebanggaan sebagai bangsa yang beradat. Tinggal lima hari kita akan memasuki masa puncak perayaan Pemilu 2019. Tepatnya pada tanggal 17 April seluruh anak bangsa yang memili hak pilih akan menggunakan hak pilihnya,” kata Totok.

Disampaikan Totok Pemilu tahun ini, menjadi pengalaman baru bagi Bawaslu dan jajaran. Karena baru pertama kali Pemilihan Umum digelar secara serentak di Indonesia. Mulai dari Pemilihan DPR, DPD, DPRD Daerah dan provinsi, serta pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden.

Oleh karena Bawaslu akan melakukan upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajarannya dalam menghadapi setiap tahapan Pemilu. Termasuk menyiapkan pengawasan penyelenggaraan masa tenang, hari pungut dan penghitungan suara, dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan sengketa serta pelanggaran Pemilu.

“Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, dimana untuk pertama kalinya untuk sejarah kepemiluan Indonesia. Anggota DPR, DPD, DPRD, calon presiden dan calon wakil presiden yang dipilih secara serentak. Aspek keserentakan dari Pemilu yang telah 11 tahun yang telah mendedikasikan dirinya sebagai penjaga hak pilih rakyat.

Menyadari hak tersebut maka selama berlangsung Pemilu 2019 yang dimulai sejak 17 Agustus tahun 2017, kita telah melakukan upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan Pemilu. Termasuk menyiapkan pengawasan penyelenggaraan masa tenang, hari pungut hitung, dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan sengketa serta pelanggaran Pemilu,” tambahnya.

Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara 17 April Bawaslu harus dihadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 – 16 April 2019. Masa ini merupakan fase krusial dalam pelaksanaan Pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa yang didalamnya termasuk Bawaslu dan peserta Pemilu.

Berdasarkan pengalaman, baik dalam agenda Pemilihan Kepala Daerah, maupun agenda Pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik kecurangan, politik uang, propaganda isu sara, penyebaran berita bohong untuk menjatuhkan untuk saling menjatuhkan antar sesama peserta. Bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antara pendukung peserta Pemilu. ( Asmui/mifta)