Banjir Pamotan Robohkan Pagar Sepanjang 50 Meter, Ujian Aktifitas Sekolah Terganggu

oleh

PAMOTAN – cbfmrembang.com, Banjir yang terjadi Selasa malam (19/03/2019) hampir melumpuhkan aktifitas warga di 4 Desa di Kecamatan Pamotan. Termasuk jalur Rembang menuuju Pamotan dan sekitarnya.

Selain itu, banjir juga merendam ratusan rumah di empat desa dengan ketinggian air, antara 30 sampai 1 meter. Desa yang terendam banjir berada di Desa Pamotan, Desa Ringin, Sidorejo, dan Palan.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Menurut keterangan Camat Pamotan M Mahfud mengatakan, banjir juga merobohkan pagar sepanjang 50 meter milik sebuah sekolah madrasah di selatan masjid Jami’ Pamotan. Pagar yang baru dibangun pada tahun 2018 kemarin tak kuat menahan derasnya arus banjir.

“Pamotan sendiri sempat hujan lebat antara jam 13.00 sampai jam 15.00 waktu setempat. Banjir ini merupakan banjir kiriman dari Gunung Butak Kecamatan Sale. Untuk Desa Pamotan di Kampung Pala nada 1, di Pamotan sebelah selatan masjid Jami’ ada MI dua rumah yang tergenang, dan juga 1 Madrasah pagar belakang panjang 50 meter runtuh. Pagar dibuat 2018 kemarin. Karena memang kita cek gerusan air merobohkan pondasinya,” kata.

Pihanya bersama jajaran TNI – Polri dan sejumlah relawan sudah terjun kelokasi untuk membantu warga melakukan evakuasi bagi warga berada diwilayah rawan seperti bantaran sungai. Setelah pukul 19.00 WIB air mulai surut. Warga yang dievakuasi mulai kembali kerumhanya masing-masing.

“Kita kemarin sudah melakukan identifikasi. Paska tentunya yang harus kita fikirkan. Pada saat bencana kita sudah lakukan efakuasi bersama Muspika untuk membantu masyarakat yang terkena dampak. Yang membahayakan kita evakuasi setelah kondisi aman, boleh kembali lagi. Untuk diPalan Satu keluarga. Kemudian di Sidorejo ada 5 rumah yang terdampak karena berada di tepian sungai. Ya karena memang ini tingginya genangan air, derasnya air cukup membahayakan bagi masyarakat. Untuk evakuasi ke yang lebih tinggi. Karena memang lintasan airnya tetap dilintasan suangi. Untuk daerah diperkampuangan Dukuhan Glodok, Desa Sidorejo ada 60 an rumah yang tergenang dengan ketinggian 50 sampai 80 centimeter,” jelasnya.

Sebelum banjir, sebagian besar wilayah Kecamatan Pamotan diguyur hujan yang lebat, dengan durasi dua jam, antara pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.00 waktu setempat. Sampai dengan Rabu pagi 20 Maret 2019 air sudah sepenuhnya surut.

Akibat banjir tersebut aktivitas di sejumlah sekolah terganggu. Seperti di MTs di Desa Sidorejo Ujian nasional terpaksa dipindah ke sekolah SD yang ada di sebelahnya karena sebagian kelas masih tenggelam. ( Asmui / Mifta )