Akhmad Sahal, Pengusaha Barbershop Yang Gratiskan Anak Yatim

oleh
Akhmad Sahal, yang sedang memotong rambut salah satu anak yatim

REMBANG – cbfmrembang.com, Berbagi dengan orang lain tidak harus berupa materi. Salah satunya dengan membantu melakukan hal yang baik dan bermanfaat untuk orang lain juga termasuk didalamnya. Seperti yang dilakukan oleh Akhmad Sahal 37 tahun warga Desa Kalitengah Kecamatan Pancur, pemilik jasa potong rambut Asfa Barbershop yang menggratiskan anak yatim ketika potong ditempatnya.

Sahal terbilang sukses dalam mengembangkan usahanya. Barbershop yang dirintisnya di tahun 2017 lalu, saat ini sudah memiliki tiga cabang. Dengan mempekerjakan lima orang Kapster atau tukang potong yang terlatih.

Omsetnya sendiri sudah mencapai jutaan rupiah dalam sebulan.Tiga cabang usahanya masing-masing berada di timur SDN Kalitengah Kecamatan Pancur Timur SDN, Jl Soditan atau (utara traffic light) Kecamatan Lasem, dan Jl Jatirogo Kecamatan Pamotan (Utara Koramil).

Awalnya jasa potong rambutnya hanya sekedar sampingan di malam hari setelah pulang kerja disalah satu Bank di Rembang. Kios kecil untuk tempat potong rambut pertamanya terletak di timur SDN Kalitengah Kecamatan Pancur.

Di awal 2018 Ia memberanikan diri untuk keluar dari bank dan fokus mengembangkan usahanya sendiri yang diberi nama Asfa Barbershop. Dari sinilah, Sahal mulai punya keinginan untuk memberikan potong gratis kepada anak yatim.

Pada Rabu pagi (05/11/2018) kepada reporter Radio CBFM Akhmad Sahal bercerita, dengan memberikan potong rambut gratis kepada anak yatim yang datang merupakan wujud berbagi kepada sesama.

Ia juga membagikan kartu member potong gratis yang dititipkan ke desa – desa agar diberikan kepada para yatim. Iapun tidak menolak jika ada anak yatim yang datang tanpa membawa kartu member yang dibagikan. Setiap bulan rata- rata 10 anak yatim yang potong disemua cabang Barbershopnya. Anak yatim yang dapat merasakan jasanya adalah mereka yang berusia dibawah 12 tahun.

“Mulai usaha potong rambut pada Februari 2017 di Kalitengah Kecamatan Pancur. Kalau awal merintis kita cuman enam orang setiap malam yang potong. Dulu itu saya kariawan swasta, “Nyambi” istilahe. Tahun 2018 saya memberanikan diri untuk keluar dan buka cabang di Lasem. Kita juga gak harus mengejar meteri terus, kita juga harus melakukan sosial, slaah satunya itu. Sementara yang bisa saya lakukan itu menggratiskan potong untuk anak yatim.” kata Sahal.

Tidak ada syarat khusus untuk dapat potong gratis di tempat ini. Hanya dengan bilang anak yatim usia di bawah 12 tahun, akan dilayani para pegawainya.

“Tidak perlu menunjukkan apapun, cukup bilang ini anak yatim akan kami layani. Prinsipnya kami percaya, tidak mungkin orang tidak yatim bilang yatim.” pungkasnya.

Setelah punya tiga cabang Asfa Barbershop, Sahal mengaku akan membuka satu cabang lagi, di Kecamatan Sedan.

Asfa Barbershop sendiri diambil dari gabungan Akhmad Sahal dan istrinya Siti Fatimah. Keduanya dikaruniai tiga anak laki-laki. Masing – masing Asfa Latiful Hasan, Asfa Izzul Fathir , dan Asfa Fie Tabarruki. (Asmui/Mifta)