10 Ribu Anak SD Ditargetkan Miliki Kartu Identitas Anak

oleh

REMBANG-cbfmrembang.com, KTP bernama Kartu Indentitas Anak (KIA) diterbitkan pemerintah untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak. Program ini terus digenjot oleh pemerintah pusat dan digagas sejak tahun 2016 lalu.

Rencananya program KTP Anak ini mulai berlaku secara nasional pada 2019 ini. Dindukcapil Kabupaten Rembang telah merekam sebanyak lebih dari 2 ribu data anak di 2018. Untuk 2019 ditargetkan mampu mencetak sebanyak puluhan ribu lembar KIA hingga akhir bulan ini.

ARAK-ARAKAN JALUR PANTURA REMBANG DIALIHKAN

Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil Rembang, Dwi Agung Prasetyo mengatakan, Sejumlah sekolah yang telah melakukan perekaman yakni SD Kutoharjo 1 hingga 6. Proses perekamannya, petugas Dindukcapil melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk memudahkan pendataan.

Namun demikian perekaman KIA sementara ini dilakukan secara kolektif atau masih percontohan. Mengingat peralatan yang digunakan sama seperti perekaman E-KTP sehingga sangat terbatas.

“Sistem kami yaitu dengan dinas kependudukan datang ke Sekolah Dasar (SD) tersebut, nanti sifatnya kolektif. Kita belum membuka secara umum, karena mengingat peralatan terbatas. Jadi antara KTP sama peralatan KIA itu kan sama, jangan sampai nanti kita cetak KIA, KTP nya terbengkalai,” terangnya.

Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun tidak menggunakan foto untuk pembuatan dan untuk anak 5 sampai 17 tahun menggunakan foto.

Dirinya menargetkan untuk masing-masing Kecamatan di Kabupaten Rembang nantinya ada beberapa SD yang dituju untuk melakukan perekaman. Dengan begitu target 10 ribu perekaman KIA dapat terpenuhi hingga akhir tahun ini.

Masa berlaku KIA dari lahir sampai nanti waktunya anak berkewajiban memiliki E-KTP. Dengan hadirnya KIA pemerintah akan lebih mudah lagi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk anak-anak karena selain sebagai pengenal, KIA juga memudahkan anak untuk dapat mengakses pelayanan publik secara mandiri. (Rendi/Mifta)